Ponsel Lokal Korea Utara Ditampilkan di Pameran Internasional
- 06 Mei 2026 11:13 WIB
- Bogor
RRI.CO.ID, Bogor - Korea Utara kembali menarik perhatian dunia dengan menggelar pameran dagang internasional yang menghadirkan ratusan pelaku usaha dari berbagai negara. Dalam ajang tersebut, produk teknologi dalam negeri menjadi pusat perhatian, terutama kemunculan model terbaru ponsel pintar bernama Jindallae yang tampil modern dan ramping.
Digelar di ibu kota Pyongyang pada pekan ini dalam ajang Pyongyang Spring International Trade Fair, perangkat tersebut dipamerkan bersama berbagai inovasi lokal lainnya, dengan Jindallae tampil berdesain kekinian, menawarkan beragam pilihan warna, serta dilengkapi modul kamera besar dengan beberapa lensa yang memberi kesan mampu bersaing dengan produk global.
Namun di balik tampilan tersebut, sejumlah analis masih meragukan kemampuan industri dalam negeri Korea Utara. Negara ini diketahui masih menghadapi keterbatasan teknologi akibat sanksi internasional dan kondisi manufaktur yang dinilai belum sepenuhnya modern.
Meski begitu, pemerintah disana tetap mempromosikan Jindallae sebagai solusi komunikasi bagi masyarakat. Ponsel ini memungkinkan pengguna tetap terhubung, meskipun aksesnya terbatas pada jaringan intranet nasional yang dikontrol ketat dan tidak terhubung dengan internet global.
Lebih dari sekadar alat komunikasi, ponsel di Korea Utara juga disebut memiliki fungsi pengawasan. Sejumlah laporan mengungkapkan bahwa perangkat dapat merekam aktivitas layar secara berkala, yang kemudian bisa diakses oleh pihak berwenang.
Menariknya, produksi Jindallae sendiri masih menyimpan tanda tanya. Laporan dari pengamat menyebutkan bahwa sebagian perangkat kemungkinan diproduksi oleh perusahaan asal China, lalu dipasarkan ulang dengan merek lokal. Hal ini menjadi perhatian karena adanya larangan impor perangkat keras ponsel ke Korea Utara oleh komunitas internasional.
Meski akses teknologi terbatas, penggunaan ponsel di negara tersebut terus meningkat. Data terbaru mencatat jutaan pelanggan seluler telah terdaftar, menunjukkan adanya pertumbuhan di tengah berbagai pembatasan.
Selain Jindallae, Korea Utara juga memiliki merek ponsel lain seperti Arirang dan Phurunhanal. Di sisi lain, perkembangan ini juga dikaitkan dengan kondisi ekonomi yang mulai menunjukkan tanda pemulihan, seiring hubungan yang semakin erat dengan Rusia dalam beberapa waktu terakhir.
Melalui pameran ini, Korea Utara tampaknya ingin mengirim pesan bahwa mereka tetap bergerak maju di tengah keterbatasan. Namun, seberapa jauh kemampuan teknologi tersebut berkembang secara nyata masih menjadi pertanyaan besar bagi dunia internasional.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....