Kabar gembira!!! Harga RAM kembali turun

  • 30 Apr 2026 13:43 WIB
  •  Bogor

RRI.CO.ID, Bogor - Harga memori komputer jenis DDR5 mulai menunjukkan tren penurunan di sejumlah wilayah pada akhir April 2026. Meski belum terjadi secara merata di seluruh dunia, kondisi ini menjadi angin segar bagi pengguna PC, gamer, hingga perakit komputer yang selama ini terbebani harga komponen yang tinggi.

Di pasar China, penurunan harga terlihat cukup signifikan. Modul RAM DDR5 SO-DIMM Gen 5 berkapasitas 16 Gb yang sebelumnya berada di kisaran Rp4,5 jutaan kini turun menjadi sekitar Rp2,8 jutaan. Kendati demikian, harga tersebut masih tergolong tinggi jika dibandingkan dengan periode sebelum lonjakan besar yang sempat melanda pasar memori global.

Sebagai komponen vital dalam perangkat komputer, RAM (Random Access Memory) berfungsi menyimpan data sementara yang sedang diproses. Kapasitas RAM yang lebih besar memungkinkan perangkat menjalankan lebih banyak aplikasi secara bersamaan dengan performa yang lebih optimal, sehingga menjadi faktor penting dalam mendukung produktivitas maupun kebutuhan hiburan digital.

Dikutip dari TrendForce menunjukkan tren penurunan harga juga mulai terasa di Amerika Serikat dan Eropa. Di Jerman, harga RAM DDR5 tercatat turun sekitar 7 persen pada Maret lalu, sementara di Amerika Serikat, produk RAM DDR5 32 GB dari Corsair dilaporkan mengalami penurunan harga hingga 20 persen.

Sebelumnya, harga memori sempat melonjak drastis hingga 2.200 persen dalam kurun waktu 12 bulan terakhir. Lonjakan ini dipicu oleh meningkatnya permintaan dari industri kecerdasan buatan atau AI, yang membutuhkan kapasitas memori besar untuk mendukung pemrosesan data skala tinggi. Sementara itu, laporan dari DigiTimes mencatat harga RAM DDR4 16 GB juga mengalami penurunan sekitar 5 persen pada April, dengan kisaran harga sekitar Rp1,27 juta.

Penurunan harga RAM saat ini dipengaruhi oleh beberapa faktor. Salah satunya adalah langkah distributor, khususnya di China, yang mulai melepas stok besar-besaran setelah sebelumnya melakukan penimbunan saat harga berada di puncak. Kondisi permintaan yang melemah, terutama dari segmen pengguna PC rumahan, membuat distributor terpaksa melakukan “cuci gudang” untuk menjaga arus kas.

Faktor lain yang turut memicu perubahan pasar adalah inovasi teknologi dari Google. Perusahaan tersebut memperkenalkan teknik kompresi memori bernama “TurboQuant” yang diklaim mampu mengurangi kebutuhan memori cache hingga enam kali lipat dalam pengoperasian model bahasa besar (LLM). Teknologi ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan pelaku industri bahwa permintaan RAM dari pusat data skala besar dapat menurun di masa depan.

Kondisi tersebut membuat para penimbun memori bergegas melepas stok mereka ke pasar sebelum harga kembali turun lebih jauh. Akibatnya, pasokan meningkat dan harga pun mulai terkoreksi.

Meski belum sepenuhnya stabil, tren penurunan harga RAM ini memberi harapan baru bagi konsumen. Jika kondisi pasar terus bergerak ke arah yang sama, bukan tidak mungkin harga komponen komputer akan kembali lebih terjangkau dalam waktu dekat, sekaligus mendorong pertumbuhan industri PC dan teknologi secara keseluruhan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....