Misi Artemis II Bersiap Melintasi Sisi Jauh Bulan
- 06 Apr 2026 18:00 WIB
- Bogor
RRI.CO.ID, Bogor - Untuk pertama kalinya dalam lebih dari setengah abad, manusia kembali bersiap mengitari Bulan melalui misi Artemis II Penerbangan ini menjadi momen penting dalam eksplorasi luar angkasa modern sekaligus penanda kebangkitan ambisi manusia menjelajah lebih jauh dari Bumi.
Misi ini dijadwalkan berlangsung pada hari Senin, 06 April 2026, dengan durasi penerbangan lintas sekitar tujuh jam, dimulai sekitar pukul 14.45 dan berakhir sekitar pukul 21.20 AS bagian timur atau hari Selasa, 07 April 2026, pukul 01.45 WIB hingga pukul 08.20 WIB. Selama periode tersebut, pesawat akan melintas di sekitar Bulan tanpa memasuki orbit, mengikuti jalur yang telah dirancang secara presisi oleh NASA.
Masyarakat dunia dapat menyaksikan peristiwa bersejarah ini melalui siaran langsung yang disediakan NASA di berbagai platform digital. Namun, karena jarak tempuh yang sangat ekstrem, kualitas siaran diperkirakan tidak selalu stabil.
Salah satu momen paling menegangkan dalam misi ini terjadi saat pesawat melintas di sisi jauh Bulan. Pada fase ini, komunikasi dengan Bumi akan terputus selama kurang lebih 40 menit, menciptakan suasana hening yang penuh ketegangan bagi tim di pusat kendali maupun penonton di seluruh dunia.
Artemis 2 juga mencatat tonggak penting dalam sejarah keberagaman eksplorasi luar angkasa. Untuk pertama kalinya, seorang perempuan, seorang astronaut kulit hitam, dan seorang non-Amerika ikut serta dalam perjalanan menuju Bulan, memperluas representasi yang sebelumnya didominasi oleh astronaut pria asal Amerika Serikat pada era Apollo.
Selain itu, misi ini akan mencetak rekor baru sebagai perjalanan manusia terjauh dari Bumi. Jarak maksimum yang dicapai diperkirakan melampaui rekor sebelumnya, menandai kemajuan teknologi dan keberanian eksplorasi generasi baru.
Berbeda dengan misi Apollo yang terbang relatif dekat, Artemis II akan menjaga jarak ribuan kilometer dari permukaan Bulan. Posisi ini justru memberikan keuntungan visual, karena para astronaut dapat melihat Bulan secara utuh, termasuk wilayah kutub yang jarang teramati secara langsung.
Tidak hanya itu, awak juga akan menyaksikan sisi jauh Bulan tepatnya di bagian yang tidak pernah terlihat dari Bumi. Pengamatan langsung ini diharapkan dapat memberikan wawasan baru mengenai struktur geologi dan sejarah alami satelit tersebut.
Menjelang akhir perjalanan, para astronaut akan mengalami fenomena langka berupa gerhana Matahari dari perspektif luar angkasa. Selama hampir satu jam, Matahari akan tertutup sempurna, memungkinkan mereka mempelajari korona Matahari yang biasanya sulit diamati.
Momen ikonik lainnya adalah kemunculan kembali Bumi dari balik Bulan, yang berpotensi mengulang fenomena “Earthrise”. Pemandangan ini pernah menjadi simbol kuat hubungan manusia dengan planetnya, sekaligus mengingatkan betapa kecilnya Bumi di tengah luasnya jagat raya.
Melalui Artemis II, NASA tidak hanya mengulang sejarah, tetapi juga membuka babak baru eksplorasi luar angkasa. Misi ini menjadi langkah awal menuju perjalanan yang lebih jauh, termasuk rencana pendaratan manusia di Bulan dan eksplorasi Mars di masa depan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....