Sora Resmi Ditutup, OpenAI Fokus Layanan Inti
- 30 Mar 2026 15:33 WIB
- Bogor
RRI.CO.ID, Bogor - Keputusan mengejutkan datang dari OpenAI yang secara resmi menghentikan layanan Sora, aplikasi berbasis kecerdasan buatan untuk pembuatan video. Penutupan ini diumumkan pada pekan lalu tanpa penjelasan rinci mengenai alasan maupun jadwal penghentian penuh layanan tersebut.
Sora sebelumnya sempat mencuri perhatian industri teknologi sejak diperkenalkan sekitar enam bulan lalu. Dengan kemampuan menghasilkan video berbasis AI, aplikasi ini digadang-gadang menjadi terobosan baru dalam industri kreatif digital, sebagaimana dicatat dalam berbagai laporan teknologi global hingga Maret 2026.
| Baca juga: Mengenal Teknologi DRM di Dunia Radio Modern |
Namun, laporan investigasi The Wall Street Journal yang dikutip TechCrunch pada Senin (30 Maret 2026) mengungkap alasan di balik keputusan tersebut. Disebutkan bahwa Sora dinilai belum memiliki model bisnis yang kuat, sementara biaya operasionalnya sangat besar.
Masih berdasarkan laporan tersebut, jumlah pengguna Sora mengalami penurunan signifikan. Dari sekitar satu juta pengguna di masa awal peluncuran, angka tersebut menyusut hingga di bawah 500.000 pengguna dalam beberapa bulan terakhir, menunjukkan menurunnya minat pasar terhadap layanan ini.
Di sisi lain, beban biaya operasional terus meningkat. Sora dilaporkan menghabiskan sekitar US$1 juta per hari atau setara Rp17 miliar untuk kebutuhan komputasi dan pengolahan data, berdasarkan laporan yang sama per Maret 2026. Tingginya biaya ini dinilai tidak sebanding dengan pertumbuhan pengguna.
Persaingan di sektor AI juga menjadi faktor penting. Perusahaan pesaing seperti Anthropic disebut mulai menarik perhatian pasar, terutama melalui produk mereka, Claude Code, yang berhasil merebut minat pengembang dan perusahaan teknologi.
Kondisi tersebut mendorong CEO OpenAI, Sam Altman, mengambil langkah strategis dengan menghentikan Sora. Keputusan ini bertujuan untuk mengalihkan sumber daya dan fokus pada pengembangan layanan inti perusahaan di tengah persaingan industri AI yang semakin ketat.
Dampak keputusan ini juga dirasakan oleh mitra bisnis. Dalam laporan The Wall Street Journal, disebutkan bahwa The Walt Disney Company sempat merencanakan kerja sama senilai US$1 miliar. Namun, kesepakatan tersebut batal setelah Disney mengetahui penghentian Sora hanya beberapa saat sebelum pengumuman resmi dilakukan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....