Godzilla El Niño dan IOD Positif Diprediksi Bawa Kemarau Panjang di Indonesia
- 25 Mar 2026 08:44 WIB
- Bogor
RRI.CO.ID, Bogor – Fenomena El Niño kuat yang dijuluki “Godzilla” dan Indian Ocean Dipole (IOD) positif diperkirakan akan memengaruhi cuaca Indonesia pada tahun 2026. Dampaknya membuat musim kemarau lebih panjang, lebih panas, dan curah hujan menurun signifikan.
Dikutip dari instagram resmi BRIN, Prediksi dari model global menunjukkan El Niño mulai terjadi sejak April 2026. Fenomena ini diperkuat dengan IOD positif, yang menyebabkan penurunan hujan di banyak wilayah Indonesia.
Secara khusus, wilayah Jawa hingga Nusa Tenggara Timur akan lebih dulu memasuki musim kemarau kering. Sementara itu, Sulawesi, Maluku, dan Halmahera diperkirakan masih mengalami curah hujan tinggi.
Dampak lingkungan yang diantisipasi beragam. Kekeringan dapat mengancam lumbung padi nasional di Pantura Jawa, sementara wilayah timur laut Indonesia menghadapi risiko banjir karena curah hujan tinggi.
Selain itu, potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) tetap tinggi di sebagian Sumatra dan Kalimantan, meskipun beberapa bagian tetap hujan. Pemerintah juga perlu mengoptimalkan produksi garam untuk mencapai swasembada pada 2026–2027, khususnya di selatan Indonesia.
Prof . Erma Yulihastin, periset Pusat Riset Iklim dan Atmosfer BRIN, menekankan pentingnya strategi mitigasi untuk kekeringan, Karhutla, dan banjir di wilayah yang terdampak.
Fenomena El Niño “Godzilla” dan IOD positif bukan sekadar istilah keren, tapi membawa tantangan nyata bagi cuaca dan lingkungan Indonesia. Masyarakat diimbau tetap waspada dan menyesuaikan aktivitas pertanian dan produksi pangan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....