Jarang Diketahui, Kaktus Pir Berduri Ternyata Bisa Dimakan
- 04 Feb 2026 08:17 WIB
- Bogor
RRI.CO.ID, Bogor: Kaktus selama ini dikenal sebagai tanaman yang mampu bertahan hidup di lingkungan kering dan ekstrem. Bentuknya yang unik dan dipenuhi duri membuat tanaman ini lebih sering dimanfaatkan sebagai tanaman hias.
Di balik tampilannya yang terkesan keras, kaktus ternyata memiliki potensi sebagai bahan pangan. Di sejumlah negara, terutama Meksiko, kaktus telah lama diolah dan dikonsumsi sebagai bagian dari menu sehari-hari.
Sebagian besar jenis kaktus berasal dari kawasan Amerika Utara dan Amerika Selatan. Selain dimanfaatkan sebagai penghias taman, kaktus juga digunakan dalam industri makanan hingga produk perawatan kulit.
/hlezecnyo53q87t.jpeg)
Salah satu jenis kaktus yang aman dikonsumsi adalah Opuntia ficus-indica atau kaktus pir berduri. Pada jenis ini, bagian yang dapat dimakan meliputi daun muda dan buahnya.
Buah kaktus pir berduri memiliki bentuk oval dengan kulit tebal yang dipenuhi duri halus. Saat matang, daging buahnya bertekstur lembut dan memiliki rasa manis yang kerap disamakan dengan buah melon.
Dikutip dari website www.alodokter.com bahwa dari sisi gizi, kaktus tergolong rendah kalori namun kaya nutrisi. Dalam setiap 100 gram kaktus terkandung serat, protein, kalsium, magnesium, serta vitamin C yang bermanfaat bagi tubuh.
Kandungan serat yang tinggi membuat kaktus berperan penting dalam menjaga kesehatan pencernaan. Serat membantu melancarkan proses buang air besar dan mencegah terjadinya sembelit.
Selain itu, serat pada kaktus juga dapat membantu mengendalikan rasa lapar. Proses pencernaan yang berlangsung lebih lambat membuat tubuh merasa kenyang lebih lama sehingga nafsu makan lebih terkontrol.
Kaktus pir berduri juga diketahui berpotensi membantu menjaga kadar gula darah. Seratnya membantu memperlambat penyerapan gula sehingga lonjakan kadar gula darah dapat diminimalkan.
Tak hanya itu, kaktus mengandung antioksidan seperti flavonoid, polifenol, dan betalain. Senyawa tersebut berperan dalam melawan radikal bebas dan membantu mengurangi risiko peradangan.
Kandungan vitamin C dan antioksidan pada buah kaktus turut berkontribusi dalam memperkuat sistem kekebalan tubuh. Dengan daya tahan tubuh yang baik, risiko terserang infeksi dapat ditekan.
Manfaat lain yang kerap dikaitkan dengan kaktus adalah kemampuannya dalam menjaga kesehatan kulit dan rambut. Meski demikian, manfaat ini masih memerlukan penelitian lebih lanjut untuk memastikan efektivitasnya secara ilmiah.
Meskipun memiliki banyak potensi, tidak semua jenis kaktus aman untuk dikonsumsi. Oleh karena itu, masyarakat disarankan memilih jenis yang telah terbukti aman, seperti kaktus pir berduri, agar terhindar dari risiko keracunan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....