Mengenal Anatomi Daun Kaktus Mawar Lebih Dekat
- 03 Feb 2026 09:16 WIB
- Bogor
RRI.CO.ID, Bogor: Kaktus mawar dari genus Pereskia merupakan jenis kaktus unik yang masih memiliki daun sejati, berbeda dengan kaktus pada umumnya. Tanaman ini berasal dari Amerika dan dapat dijumpai tumbuh serta dibudidayakan di Indonesia, salah satunya di Kebun Raya Bogor sebagai bagian dari koleksi tumbuhan Cactaceae.
Salah satu jenis yang dikenal luas adalah Pereskia grandifolia, yang juga sering disebut rose cactus karena bunganya menyerupai bunga mawar. Bunga tanaman ini berwarna cerah, beraroma harum, dan kerap menarik serangga penyerbuk.
Secara morfologi, kaktus mawar tumbuh sebagai semak berkayu dengan batang yang termodifikasi menjadi sukulen. Batangnya mampu menyimpan cadangan air dan dilengkapi duri yang merupakan hasil modifikasi daun sebagai bentuk adaptasi terhadap lingkungan kering.
Selain bernilai estetika, kaktus mawar juga dikenal memiliki beragam manfaat. Tanaman ini dimanfaatkan sebagai tanaman hias, sumber pangan, serta dipercaya memiliki khasiat sebagai tanaman obat.
Di balik keunikannya, kajian ilmiah mengenai anatomi daun kaktus mawar di Indonesia masih tergolong terbatas. Oleh karena itu, dilakukan penelitian untuk mengkaji struktur anatomi daun tiga jenis kaktus mawar, yaitu Pereskia aculeata, Pereskia grandifolia, dan Pereskia sacharosa.
Dikutip dari repository.ipb.ac.id bahwa Penelitian dilakukan dengan mengamati sayatan daun menggunakan metode whole mount dan parafin. Parameter yang dianalisis mencakup struktur epidermis, karakter stomata, ketebalan kutikula, mesofil, daun, serta susunan jaringan pembuluh.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sel epidermis daun berbentuk poligonal dengan dinding antiklinal berlekuk. Ketiga jenis kaktus mawar memiliki stomata, dengan tipe parasitik sebagai tipe yang paling dominan.
/9f0a2j0vvay2pd6.jpeg)
Stomata hemiparasitik hanya ditemukan para Pereskia aculeata, sehingga menjadi ciri pembeda penting secara anatomi. Selain itu, ukuran stomata terbesar dijumpai pada Pereskia sacharosa.
Kerapatan dan indeks stomata tertinggi ditemukan pada Pereskia aculeata, yang menunjukkan perbedaan kemampuan adaptasi fisiologis antarjenis. Lapisan epidermis dan kutikula umumnya lebih tebal pada sisi adaksial daun, kecuali pada Pereskia sacharosa.
Ketebalan mesofil paling besar terdapat pada Pereskia grandifolia, yang diduga mendukung proses fotosintesis secara lebih optimal. Sementara itu, susunan pembuluh daun pada ketiga jenis tersusun secara kolateral.
Secara keseluruhan, penelitian ini memperlihatkan adanya keragaman anatomi daun pada kaktus mawar. Informasi tersebut melengkapi data koleksi tumbuhan seperti yang ditampilkan di Kebun Raya Bogor serta berpotensi mendukung pengembangan ilmu botani, konservasi, dan pemanfaatan kaktus mawar di masa depan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....