IPB dan I-Can Siapkan Riset Dan Mitigasi Bencana

  • 03 Des 2025 19:04 WIB
  •  Bogor

KBRN, Bogor : Mitigasi bencan menjadi bagian dalam riset terapan dan inovasi yang di gagas IPB University melalui I-Can. Sebuah lembaga riset baru yang di luncurkan dalam mendorong percepatan perhutanan sosial dan ekonomi hijau Indonesia, Rabu (3/12/2025).

Ican atau IPB Centre for Applied Research in Nature-based Solutions (I-CAN) Menjadi unit pengembangan riset dan inovasi multidisiplin yang didedikasikan untuk memperkuat Riset Terapan dan Inovasi untuk Solusi Berbasis Alam.

Dalam peluncurannya di IICC Bogor , Dekan Sekolah Pascasarjana IPB University sekaligus Dewan Pengarah I-CAN Prof. Dodik Ridho Nurrochmat, menyoroti banjir bandang yang terjadi di Aceh, kemudian Sumatera Utara dan Sumatera barat.

Prof. Dodik menambahkan disertasi yang membahas mengenai potensi bencana hidrologis di Aceh dan Sumatera Utara itupun pernah di publish pada 2020.

"Di I Can kita berusaha untuk bagaimana upaya mitigasi, dan upaya memanage tata kelola lingkungan yang baik, tentu tetep kita kerjasama dengan kementrian lembaga, lembaga riset ya, universitas ini kan bukan excecutive agency tidak bisa mengeksekusi kebijakan kan gitu ya tapi kita memberikan masukan kebijakan yang nantinya membantu, ada saru desertasi tahun 2020 ada itu pemetaan potensi bencana banjir longsor Aceh Tamiang itu ada," Jelas Prof. Dodik Nurrochmat, Rabu (3/12/2025).

Sementara itu Bill Duggan, Project Director FINCAPES- University of Waterloo, Canada, Menambahkan peristiwa bencana kebakaran hutan dan lahan khususnya pada lahan gambut juga menjadi obyek riset yang di lakukan di Indonesia.

Termasuk yang terbaru adalah tata kelola hutan. University of Waterloo memiliki komitmen pada riset iklim dan NbS kelas dunia. Di satu sisi Indonesia menjadi tempat mereka belajar memadukan sains, komunitas, dan budaya dalam mengelola hutan.

"Perubahan iklim terjadi dimana mana di dunia banyak, karena dengan lingkungan di Canada tahun tahun terakhir ini kami mengalami banyak kebakaran hutan dulu memang ada tapi tidak sebesar sekarang, kami menghadapi itu tidak ada masalah banjir, ya karena disini daerah tropis kalau ada badai hujan panjang cukup berat dampaknya serius, sayang sekali," tambah Bill Duggan.

Hasil riset bukan produk kebijakan, Melainkan sebuah landasan untuk di jalankan oleh para pengambil keputusan serta materi dalam Menyusun regulasi.

Peluncuran ini dihadiri oleh pimpinan kementerian dan lembaga, termasuk Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Kementerian Kehutanan, Kementerian Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH), serta pimpinan IPB University.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....