Laut Jawa Terancam, Stok Ikan Menurun Drastis

  • 22 Agt 2025 14:38 WIB
  •  Bogor

KBRN, Bogor – Kondisi Laut Jawa kini memasuki fase kritis. Penurunan drastis cadangan ikan, yang selama ini menjadi penopang utama kehidupan nelayan, menandai memburuknya ekosistem laut di kawasan tersebut. Hal ini diungkapkan oleh Yonvitner, pakar kelautan sekaligus Kepala Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan (PKSPL) IPB University.

Menurutnya, penurunan stok ikan tidak bisa dianggap sekadar masalah angka. Di baliknya tersembunyi kenyataan pahit tentang kerusakan lingkungan laut yang kian masif.

“Penurunan tanah di wilayah pesisir, kualitas air Teluk Jakarta yang makin buruk, pencemaran plastik, serta kekeruhan perairan telah merusak habitat laut. Ditambah lagi dengan tekanan akibat overfishing,” ungkap Yonvitner melalui laman resmi IPB.

Hasil kajian terbaru menunjukkan bahwa tutupan terumbu karang di Laut Jawa hanya tersisa sekitar 25 persen, sebuah angka yang masuk dalam kategori buruk. Kondisi ini berdampak langsung pada populasi ikan, mengingat terumbu karang merupakan ekosistem utama tempat ikan berkembang biak. Selain itu, hutan mangrove yang berfungsi sebagai pelindung alami kawasan pesisir juga terus mengalami penurunan.

Temuan tersebut sejalan dengan laporan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), yang mencatat bahwa penurunan hasil tangkapan ikan di Laut Jawa berkaitan erat dengan kerusakan terumbu karang, degradasi mangrove, dan meningkatnya pencemaran laut.

Menanggapi krisis ini, Yonvitner menyerukan perlunya langkah pemulihan yang sistematis dan menyeluruh. Ia menekankan bahwa tata kelola kawasan pesisir perlu segera dibenahi, sementara pencemaran—baik berupa limbah cair maupun sampah padat seperti plastik—harus ditekan secara signifikan.

Meski tantangan besar, IPB University tidak tinggal diam. Sejak 2013, PKSPL IPB telah menjalankan berbagai program, mulai dari transplantasi terumbu karang di Kepulauan Seribu, penanaman mangrove di Karawang, hingga kajian kerentanan pesisir di Pekalongan dan Jawa Tengah. Semua inisiatif ini bertujuan mengembalikan fungsi ekologis kawasan pesisir dan laut.

“Laut Jawa memegang peranan penting dalam mendukung produktivitas ekosistem nasional dan kehidupan nelayan. Peluang pemulihan masih ada, asalkan semua pihak terlibat aktif—dari pemerintah, akademisi, nelayan, hingga masyarakat umum,” tegas Yonvitner.

Ia menutup pernyataannya dengan harapan bahwa aksi kolektif yang dimulai sejak sekarang akan menjadi titik balik bagi keselamatan Laut Jawa di masa depan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....