Haakon VIII Resmi Jadi Raja Norwegia, Sumpah di Parlemen Jadi Langkah Pertama

  • 02 Sep 2026 10:42 WIB
  •  Bogor
Poin Utama
  • Haakon VIII resmi mengawali masa pemerintahannya dengan mengucapkan sumpah di hadapan parlemen Norwegia setelah menggantikan mendiang Raja Harald V.
  • Ratu Mette-Marit tidak hadir dalam prosesi tersebut karena masih menjalani pemulihan setelah transplantasi paru-paru dan harus mendapat pemantauan medis akibat komplikasi pascaoperasi.
  • Dukungan terhadap monarki Norwegia meningkat setelah wafatnya Raja Harald V. Survei NRK menunjukkan sekitar 72 persen masyarakat Norwegia masih mendukung sistem monarki.

RRI.CO.ID, Bogor - Raja Haakon VIII resmi mengucapkan sumpah di hadapan parlemen Norwegia pada Selasa, 1 September 2026. Prosesi tersebut menjadi salah satu tahapan penting setelah dirinya naik takhta menggantikan sang ayah, Raja Harald V, yang meninggal dunia pada 28 Agustus 2026 dalam usia 89 tahun.

Mengenakan seragam upacara, Haakon berjanji akan menjalankan tugasnya sebagai kepala negara dengan berpegang pada konstitusi dan hukum Norwegia. Pengambilan sumpah ini merupakan bagian dari ketentuan konstitusi negara yang harus dijalankan oleh seorang raja setelah naik takhta.

Dalam upacara tersebut, Haakon didampingi putri sulungnya, Putri Mahkota Ingrid Alexandra, yang kini berusia 22 tahun. Ia juga menjalani prosesi sumpah, namun dilakukan secara tertulis di Istana Kerajaan.

Namun, momen penting tersebut berlangsung tanpa kehadiran Ratu Mette-Marit. Sang ratu masih menjalani pemulihan setelah menjalani transplantasi paru-paru pada Juni lalu dan harus berada dalam pengawasan medis karena mengalami komplikasi pascaoperasi.

Beberapa jam setelah upacara, Haakon bahkan terlihat mengantar istrinya ke rumah sakit di Oslo dengan mengemudikan mobil sendiri. Peristiwa tersebut menjadi salah satu perhatian publik di tengah rangkaian pergantian kepemimpinan kerajaan Norwegia.

Sementara itu, suasana duka masih menyelimuti Norwegia setelah wafatnya Raja Harald V. Jenazahnya disemayamkan di kapel Istana Kerajaan untuk memberikan kesempatan kepada masyarakat memberikan penghormatan terakhir sebelum pemakaman yang dijadwalkan berlangsung pada 9 September di Katedral Oslo.

Harald meninggalkan masa pemerintahan selama lebih dari tiga dekade. Ia dikenal sebagai sosok yang memiliki peran penting dalam menjaga persatuan masyarakat Norwegia dan memperoleh penghormatan luas selama masa pemerintahannya.

Naiknya Haakon ke takhta juga terjadi ketika dukungan terhadap monarki Norwegia justru mengalami peningkatan. Survei yang diberitakan NRK menunjukkan sekitar 72 persen masyarakat mendukung keberadaan monarki, meningkat dibandingkan survei sebelumnya.

Berbeda dengan sejumlah kerajaan lain, Norwegia tidak lagi menggelar upacara penobatan raja. Tradisi tersebut telah dihapus sejak 1908. Meski demikian, Haakon masih dapat memilih menjalani upacara konsekrasi di Katedral Nidaros di Trondheim, mengikuti tradisi yang pernah dilakukan para pendahulunya.

Dengan sumpah di hadapan parlemen, Haakon kini memulai babak baru sebagai raja Norwegia. Pergantian takhta tersebut berlangsung dalam suasana yang penuh duka, sekaligus menjadi awal perjalanan baru bagi keluarga kerajaan dan masyarakat Norwegia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....