Kondisi Raja Harald V Memburuk, Istana Sebut Sang Raja dalam Kondisi Sangat Serius

  • 27 Agt 2026 17:08 WIB
  •  Bogor
Poin Utama
  • Kondisi Raja Harald V memburuk dan Istana Norwegia menyebut raja berusia 89 tahun itu berada dalam kondisi sangat serius saat menjalani perawatan di rumah sakit Oslo.
  • Keluarga kerajaan membatalkan sejumlah agenda untuk mendampingi Raja Harald. Putra Mahkota Haakon juga menjalankan tugas sebagai wali raja selama ayahnya menjalani perawatan.
  • Harald memiliki riwayat masalah kesehatan dalam beberapa tahun terakhir, termasuk anemia hemolitik dan infeksi. Meski demikian, ia tetap menjalankan tugas sebagai kepala negara dan sebelumnya menegaskan tidak berniat turun takhta.

RRI.CO.ID, Bogor - Kondisi kesehatan Raja Harald V dari Norwegia memburuk. Raja berusia 89 tahun itu kini berada dalam kondisi sangat serius setelah menjalani perawatan di rumah sakit Oslo akibat penyakit darah.

Pihak Istana Kerajaan Norwegia menyampaikan pada Kamis, 27 Agustus 2026, bahwa kondisi kesehatan sang raja mengalami penurunan. Istana tidak memberikan penjelasan lebih rinci mengenai perkembangan kondisi Harald.

Raja Harald telah menjalani perawatan di rumah sakit di Oslo sejak 17 Agustus 2026. Ia sebelumnya diketahui menderita anemia hemolitik, kondisi ketika sel darah merah mengalami penghancuran lebih cepat dari biasanya.

Dalam beberapa hari terakhir, Harald juga mendapat perawatan untuk infeksi bakteri pada darah. Sebelumnya, pihak istana menyebut sang raja mendapat antibiotik dan memberikan respons terhadap pengobatan tersebut.

Kondisi terbaru itu membuat Ratu Sonja dan Putra Mahkota Haakon membatalkan sejumlah agenda kerajaan. Haakon, putra tunggal Raja Harald, saat ini menjalankan tugas sebagai wali raja selama ayahnya menjalani perawatan.

Sejumlah anggota keluarga kerajaan juga dikabarkan mendatangi rumah sakit tempat Harald dirawat. Media Norwegia melaporkan Ratu Sonja, Haakon, serta istrinya, Putri Mahkota Mette-Marit, berada di rumah sakit untuk mendampingi sang raja.

Harald merupakan raja tertua di Eropa yang masih berkuasa. Ia naik takhta pada 1991 setelah menggantikan ayahnya, Raja Olav V.

Dalam beberapa tahun terakhir, Harald beberapa kali mengalami masalah kesehatan. Kondisi tersebut membuat sejumlah agenda resminya harus dikurangi, sementara ia juga telah menggunakan alat pacu jantung.

Pada Februari 2026, Harald sempat dirawat di rumah sakit ketika berada di Tenerife karena mengalami infeksi dan dehidrasi. Sebelumnya, pada 2024, ia juga mendapat perawatan setelah jatuh sakit saat melakukan perjalanan pribadi ke Malaysia dan kemudian dipasangi alat pacu jantung permanen di Norwegia.

Meski menghadapi persoalan kesehatan, Harald selama ini tetap menjalankan tugas sebagai kepala negara Norwegia. Ia juga beberapa kali menegaskan tidak berencana turun takhta dan memilih menjalankan tugasnya sesuai sumpah yang telah diucapkan di hadapan parlemen Norwegia.

Perhatian masyarakat Norwegia kini tertuju pada perkembangan kondisi sang raja. Istana belum memberikan keterangan lebih jauh mengenai prognosis atau kemungkinan perubahan dalam pelaksanaan tugas kerajaan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....