Tornado Hantam Prancis Selatan, 41 Orang Terluka dan 300 Rumah Dilaporkan Rusak
- 25 Agt 2026 16:43 WIB
- Bogor
Poin Utama
- Tornado menerjang Desa Pomas, Prancis, menyebabkan 41 orang terluka dan sekitar 300 rumah mengalami kerusakan.
- Cuaca ekstrem mengganggu berbagai aktivitas, termasuk transportasi, penerbangan, perjalanan kereta, serta menyebabkan sekitar 2.800 rumah kehilangan listrik.
- Météo-France menyebut Prancis mengalami beberapa lusin tornado setiap tahun, sementara kaitan antara pemanasan global dengan frekuensi dan intensitas tornado masih belum dapat dipastikan.
RRI.CO.ID, Bogor - Cuaca ekstrem melanda wilayah barat daya Prancis setelah sebuah tornado menerjang Desa Pomas, Senin, 24 Agustus 2026. Bencana tersebut menyebabkan 41 orang terluka dan sekitar 300 rumah mengalami kerusakan.
Mengutip AFP, disebutkan bahwa Pomas merupakan desa yang dihuni sekitar 1.000 penduduk. Tornado dilaporkan merusak sejumlah bangunan hingga menerbangkan bagian atap rumah warga.
Sebanyak 15 korban harus mendapat perawatan di rumah sakit. Salah satu korban merupakan perempuan hamil yang terluka setelah rumahnya runtuh dan menimpanya.
Lebih dari 120 petugas tanggap darurat dikerahkan untuk menangani dampak bencana. Tim tersebut membantu warga terdampak sekaligus melakukan penanganan di sejumlah lokasi yang mengalami kerusakan.
Sebelum tornado terjadi, pemerintah Prancis telah menetapkan status siaga oranye untuk badai di sejumlah wilayah barat daya. Cuaca buruk juga memicu pemadaman listrik serta gangguan pada berbagai layanan transportasi.
Di Departemen Aude, kondisi cuaca bahkan membuat penyelenggara membatalkan etape ketiga balap sepeda Vuelta a España. Hujan es yang turun di kawasan tersebut membuat para pembalap harus mencari tempat berlindung demi keselamatan.
Gangguan tidak hanya terjadi di sekitar lokasi tornado. Badai yang melanda wilayah selatan Prancis menyebabkan sejumlah perjalanan kereta terlambat, beberapa ruas jalan ditutup, serta mengganggu jadwal penerbangan di sejumlah kota.
Menteri Transportasi Prancis Philippe Tabarot mengatakan gangguan penerbangan terjadi antara lain di Bordeaux, Marseille, Nice, Toulouse, hingga Paris. Kondisi tersebut menunjukkan luasnya dampak cuaca buruk terhadap aktivitas masyarakat.
Badan Meteorologi Nasional Prancis, Météo-France, mencatat kecepatan angin di Desa Arquettes-en-Val yang berada di sekitar lokasi kejadian mencapai 117 kilometer per jam. Sementara itu, sekitar 2.800 rumah di 10 desa dilaporkan kehilangan aliran listrik.
Prancis diketahui mengalami beberapa lusin tornado setiap tahun. Namun, Météo-France menyatakan hubungan antara pemanasan global dengan perubahan frekuensi dan kekuatan tornado masih belum dapat dipastikan.
Peristiwa di Pomas kembali menunjukkan bagaimana cuaca ekstrem dapat mengganggu kehidupan masyarakat dalam waktu singkat. Selain menimbulkan kerusakan bangunan, badai juga dapat berdampak pada layanan transportasi, pasokan listrik, hingga keselamatan warga.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....