UNESCO Tetapkan Situs Tepi Barat dan Kastel Lebanon Jadi Warisan Dunia
- 26 Jul 2026 17:00 WIB
- Bogor
RRI.CO.ID, Bogor – UNESCO resmi menetapkan situs arkeologi Sebastia di Tepi Barat serta lima kastel bersejarah di wilayah Mount Amel, Lebanon selatan, sebagai Warisan Dunia. Keputusan itu diambil dalam sidang Komite Warisan Dunia UNESCO di Busan, Korea Selatan, meski mendapat penolakan dari Israel.
Mengutip France 24 pada Sabtu 26 Juli 2026, kedua lokasi tersebut juga langsung dimasukkan ke dalam Daftar Warisan Dunia dalam Bahaya. Penetapan dilakukan melalui mekanisme darurat dengan mempertimbangkan situasi konflik yang masih berlangsung di kawasan Timur Tengah.
Sebastia merupakan kota kecil di perbukitan yang terletak sekitar 10 kilometer di barat laut Nablus, Tepi Barat. Para arkeolog mengidentifikasi kawasan ini sebagai Samaria kuno, ibu kota Kerajaan Israel pada masa Alkitab. Situs tersebut menyimpan peninggalan dari berbagai periode sejarah, mulai dari Zaman Besi, Romawi, Bizantium, hingga era Islam.
Delegasi Palestina telah mengajukan nominasi Sebastia sejak 2012. Menurut mereka, status Warisan Dunia diperlukan untuk memperkuat upaya pelestarian kawasan yang dinilai masih membutuhkan perlindungan dan konservasi di tengah kondisi wilayah yang berada di bawah pendudukan Israel.
Sementara itu, lima kastel di kawasan Mount Amel diakui UNESCO karena mencerminkan perkembangan arsitektur benteng selama hampir sembilan abad. Kompleks tersebut memadukan unsur arsitektur era Tentara Salib, Dinasti Ayyubiyah, Mamluk, serta budaya lokal. Salah satu situs yang masuk daftar adalah Kastel Beaufort atau Al-Shaqif.
Pemerintah Israel sebelumnya meminta UNESCO menolak kedua nominasi tersebut. Kementerian Luar Negeri Israel menilai pengajuan itu sebagai bentuk politisasi warisan budaya dan menganggap status darurat yang diajukan untuk Sebastia tidak sesuai dengan kondisi di lapangan.
Israel juga mempersoalkan pencantuman Kastel Beaufort karena menilai kawasan tersebut pernah dimanfaatkan kelompok Hizbullah sebagai lokasi aktivitas militer. Namun, perwakilan Lebanon membantah tuduhan tersebut dan menyatakan kawasan itu hanya digunakan untuk kepentingan budaya dan pariwisata sejak penarikan pasukan Israel dari Lebanon selatan pada 2000.
Menanggapi polemik tersebut, UNESCO, sebagaimana dikutip France 24, menegaskan seluruh nominasi dinilai menggunakan kriteria teknis yang sama dan organisasi itu tidak mengambil posisi dalam sengketa politik antarnegara.
Sebelumnya, UNESCO juga memasukkan Kota Tua Tyre di Lebanon ke dalam Daftar Warisan Dunia dalam Bahaya setelah kawasan bersejarah itu terdampak serangan udara selama konflik antara Israel dan Hizbullah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....