Kubah Panas Landa AS, 156 Juta Warga Hadapi Ancaman Suhu Ekstrem
- 10 Jul 2026 15:38 WIB
- Bogor
RRI.CO.ID, Bogor - Fenomena kubah panas yang menahan udara hangat di atmosfer saat ini sedang melanda wilayah Amerika Serikat dan menjadikan 156 juta penduduk dalam keadaan berisiko. Sengatan panas yang mencapai lebih dari 38 derajat Celsius itu dilaporkan telah mengakibatkan sedikitnya dua puluh korban jiwa dari kawasan Deep South hingga pantai timur.
Situasi darurat ini bahkan mengganggu suasana festival sejarah Salute to America 250 di Washington D.C. ketika petugas medis dan tentara Garda Nasional harus bertindak cepat untuk mengevakuasi pengunjung yang pingsan. Di bawah sinar matahari yang sangat terik, suhu permukaan kursi di ruang terbuka festival sempat mencapai angka mencolok 71 derajat Celsius.
Otoritas kesehatan setempat mengingatkan masyarakat bahwa peningkatan suhu kali ini bukan sekadar siklus musim panas biasa, melainkan suatu ancaman serius yang dapat membahayakan jiwa manusia serta hewan peliharaan. Ironisnya, banyak korban yang meninggal ditemukan dalam keadaan memprihatinkan di pinggir jalan, di dalam mobil yang terkunci, hingga di dalam rumah tanpa fasilitas pendingin udara (AC).
Kejadian menyedihkan terjadi pada seorang kakek berumur 74 tahun yang mengalami masalah memori, yang ditemukan meninggal dunia karena kepanasan di belakang stasiun pengisian bahan bakar setelah dinyatakan hilang. Sebuah kisah sedih lainnya berasal dari seorang nenek berusia 83 tahun di Mississippi yang mengembuskan napas terakhir setelah jatuh dan terjebak berjam-jam di halaman rumahnya.
Dari sudut pandang medis, paparan cuaca ekstrem ini sangat berbahaya karena dapat meningkatkan suhu internal tubuh secara drastis dan menyebabkan kegagalan fungsi organ dalam waktu singkat. Tingkat kematian akan meningkat secara signifikan pada individu yang memiliki riwayat penyakit kronis, seperti insiden tragis di Illinois di mana pasien dengan masalah jantung mengalami kondisi fatal akibat panas berlebih.
Situasi di lapangan semakin kompleks ketika badai petir yang sangat kuat dengan kecepatan tinggi tiba-tiba menghantam dan memperburuk krisis infrastruktur di tengah panasnya hawa udara. Fenomena tersebut mengakibatkan pemadaman total jaringan listrik, sehingga sekitar 1,3 juta pelanggan di Michigan dan New Jersey terjebak tanpa aliran daya dan sistem pendingin udara.
Para pakar meteorologi menegaskan bahwa pemanasan global adalah penyebab utama di balik meningkatnya frekuensi kemunculan fenomena kubah panas yang merusak ini. Menurut rilis dari National Weather Service (NWS) atau Badan Cuaca Nasional AS, suhu udara yang menyengat ini diperkirakan akan mulai menurun secara perlahan pada pertengahan minggu berkat masuknya aliran angin dingin dari arah utara.
(KAMILA)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....