Banjir Besar Lumpuhkan Wilayah Selatan China, Ribuan Warga Mengungsi

  • 08 Jul 2026 20:16 WIB
  •  Bogor
Poin Utama
  • Cuaca ekstrem yang melanda China menyebabkan banjir besar, korban jiwa, serta kerusakan infrastruktur di sejumlah wilayah.
  • Wilayah Guangxi menjadi salah satu daerah yang paling terdampak dengan puluhan sungai meluap dan ribuan warga harus mengungsi.
  • Pemerintah setempat meningkatkan status siaga banjir dan mengerahkan bantuan darurat karena ancaman hujan lebat diperkirakan masih berlanjut.

RRI.CO.ID, Bogor - Gelombang cuaca ekstrem kembali melanda sejumlah wilayah di China dan memicu bencana banjir berskala besar. Hujan deras yang terjadi selama beberapa hari terakhir menyebabkan korban jiwa serta kerusakan infrastruktur di berbagai daerah.

Tim penyelamat pada Rabu pagi, 8 Juli 2026, terus melakukan pencarian terhadap warga yang terdampak di kawasan yang masih terendam air. Operasi evakuasi juga diperluas untuk menjangkau daerah-daerah yang sulit diakses akibat banjir.

Wilayah Guangxi menjadi salah satu daerah yang mengalami dampak paling besar akibat hujan berintensitas tinggi. Ribuan warga terpaksa meninggalkan rumah mereka untuk menghindari risiko yang lebih besar.

Selain merendam permukiman, banjir juga menyebabkan puluhan sungai meluap dari kapasitas normalnya. Kondisi tersebut memperburuk situasi karena aliran air bergerak dengan sangat cepat dan membawa material lumpur.

Sektor pertanian ikut merasakan dampak serius setelah ribuan hektare lahan terendam air. Kerusakan pada area pertanian diperkirakan akan memengaruhi hasil panen di wilayah tersebut dalam beberapa waktu ke depan.

Bencana semakin memburuk setelah sebuah bendungan waduk dilaporkan jebol akibat tekanan air yang terus meningkat. Jebolnya bendungan membuat arus banjir semakin besar dan memperluas area terdampak.

Pemerintah setempat mengerahkan berbagai bantuan darurat untuk mendukung kebutuhan warga yang mengungsi. Pasokan makanan, perlengkapan hujan, serta perahu karet didistribusikan ke sejumlah titik pengungsian.

Status siaga banjir di Guangxi tetap dipertahankan pada tingkat tinggi karena ancaman cuaca buruk masih berlangsung. Otoritas setempat juga memperingatkan adanya potensi kenaikan permukaan air di sejumlah sungai utama.

Di wilayah tengah China, cuaca ekstrem tidak hanya memicu banjir tetapi juga angin kencang dan badai petir. Sejumlah wilayah bahkan dilaporkan mengalami fenomena tornado yang menambah tingkat kerusakan.

Kerusakan rumah dan fasilitas umum terus didata seiring berjalannya proses penanganan bencana. Pemerintah dan tim penyelamat kini berpacu dengan waktu untuk meminimalkan dampak dari cuaca ekstrem yang diperkirakan masih berlanjut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....