Korban Gempa Venezuela Hampir 2.000 Jiwa, Tim SAR Masih Lanjutkan Pencarian
- 01 Jul 2026 14:39 WIB
- Bogor
Poin Utama
- Balita tiga tahun ditemukan selamat enam hari setelah gempa Venezuela.
- Korban gempa mendekati 2.000 jiwa dengan puluhan ribu bangunan rusak.
- Krisis kemanusiaan memburuk akibat kekurangan pangan dan lumpuhnya layanan dasar.
RRI.CO.ID, Bogor - Upaya penyelamatan korban gempa di Venezuela masih terus berlangsung meski harapan menemukan penyintas semakin kecil. Enam hari setelah dua gempa besar mengguncang negara tersebut, tim penyelamat berhasil mengevakuasi seorang bocah berusia tiga tahun dalam keadaan hidup dari reruntuhan sebuah rumah di Caracas.
Dua gempa berkekuatan 7,2 dan 7,5 magnitudo yang terjadi pekan lalu menjadi salah satu bencana paling mematikan dalam sejarah Amerika Latin. Ribuan bangunan roboh, kawasan permukiman hancur, dan puluhan ribu warga masih dinyatakan hilang akibat bencana tersebut.
Mengutip dari AFP, hingga Selasa, 31 Juni 2026, jumlah korban meninggal dunia dilaporkan mendekati 2.000 orang, sementara lebih dari 10.500 orang mengalami luka-luka. Tim penyelamat juga telah mengevakuasi ribuan warga dari reruntuhan, meski proses pencarian semakin sulit seiring berlalunya masa kritis 72 jam pertama setelah gempa.
Di wilayah La Guaira yang menjadi daerah paling terdampak, kondisi kemanusiaan semakin memprihatinkan. Kekurangan makanan, lumpuhnya layanan dasar, serta terputusnya jaringan komunikasi membuat ribuan warga kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari dan membutuhkan bantuan darurat.
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperkirakan sekitar tujuh juta orang terdampak bencana ini. Untuk memenuhi kebutuhan para penyintas, lembaga tersebut membutuhkan dana sekitar 14,85 juta dolar AS guna menyediakan bantuan kemanusiaan dan tempat penampungan sementara bagi puluhan ribu warga selama enam bulan ke depan.
Sementara itu, sektor kesehatan di Venezuela menghadapi tekanan yang sangat besar akibat meningkatnya jumlah korban. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga mengingatkan adanya risiko munculnya wabah penyakit yang dapat dicegah melalui vaksinasi karena rendahnya cakupan imunisasi sebelum bencana terjadi.
Berdasarkan analisis awal menggunakan data satelit NASA, hampir 59 ribu bangunan diperkirakan mengalami kerusakan atau hancur akibat gempa. Hingga kini, puluhan negara masih mengerahkan tim pencarian dan penyelamatan untuk membantu proses evakuasi, sementara ribuan keluarga terus menunggu kabar mengenai anggota keluarganya yang belum ditemukan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....