Transparansi Baru Kerajaan Inggris, Raja Charles III Bayar Pajak Lebih dari £30 Juta

  • 26 Jun 2026 17:33 WIB
  •  Bogor
Poin Utama
  • Raja Charles III telah membayar pajak pribadi lebih dari £30 juta sejak menjadi raja.
  • Pangeran William juga mengungkap telah membayar pajak lebih dari £20 juta.
  • Istana Buckingham meningkatkan transparansi dengan membuka data keuangan kerajaan.

RRI.CO.ID, Bogor - Istana Buckingham untuk pertama kalinya mengungkap besaran pajak pribadi yang dibayarkan Raja Charles III sejak naik takhta pada September 2022. Langkah ini menjadi tonggak baru dalam upaya meningkatkan transparansi keuangan keluarga kerajaan Inggris.

Dalam laporan yang diungkapkan pihak Istana Buckhingham pada Kamis, 24 Juni 2026, Raja Charles III tercatat telah membayar lebih dari 30 juta poundsterling atau sekitar 39,6 juta dolar AS dalam bentuk pajak pribadi. Angka itu mencakup kewajiban pajak selama dua tahun penuh setelah dirinya resmi menjadi pemimpin monarki Inggris.

Rincian yang dipublikasikan menunjukkan beban pajak pribadi Charles mencapai 11,7 juta poundsterling pada tahun pajak 2023–2024. Sementara pada periode 2024–2025, jumlahnya meningkat menjadi sekitar 12,9 juta poundsterling.

Selain Raja Charles, Pangeran William juga untuk pertama kalinya membuka informasi mengenai pajak pribadinya kepada publik. Pewaris takhta Inggris itu diketahui telah membayar lebih dari 20 juta poundsterling sejak menyandang gelar Pangeran Wales.

William membayar sekitar 8,34 juta poundsterling pada tahun pajak 2023–2024. Nilai tersebut kemudian mencapai sekitar 7,76 juta poundsterling pada periode 2024–2025 sebagai bagian dari kewajiban pajak penghasilan dan keuntungan modal.

Secara hukum, penguasa monarki Inggris sebenarnya tidak diwajibkan membayar sejumlah jenis pajak maupun mengungkapkan besaran pajak pribadinya. Namun, tradisi pembayaran pajak secara sukarela telah dijalankan keluarga kerajaan selama lebih dari tiga dekade terakhir sebagai bentuk akuntabilitas kepada publik.

Keterbukaan ini muncul ketika perhatian masyarakat terhadap pengelolaan keuangan kerajaan semakin meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Berbagai kontroversi yang melibatkan anggota keluarga kerajaan turut mendorong tuntutan agar informasi keuangan monarki lebih terbuka.

Istana Buckingham juga mengumumkan besaran Sovereign Grant yang menjadi sumber utama pendanaan kegiatan resmi kerajaan. Dana tersebut akan ditetapkan sebesar 99,9 juta poundsterling per tahun mulai 2027–2028 setelah sebelumnya mengalami kenaikan untuk mendukung renovasi besar-besaran Istana Buckingham.

Proyek modernisasi Istana Buckingham yang bernilai sekitar 370 juta poundsterling dijadwalkan memasuki tahap akhir pada 2026–2027. Setelah renovasi selesai, Raja Charles III dan Ratu Camilla dipastikan tetap memilih Clarence House sebagai kediaman pribadi mereka di London.

Di sisi lain, Crown Estate yang mengelola aset tanah dan properti kerajaan melaporkan penurunan laba operasional dalam setahun terakhir. Meski demikian, lembaga tersebut tetap menjadi salah satu sumber penting yang menentukan besaran pendanaan resmi bagi monarki Inggris melalui mekanisme Sovereign Grant.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....