Astronot Italia Cetak Sejarah, Jadi Warga Eropa Pertama di Misi Artemis 3

  • 10 Jun 2026 17:34 WIB
  •  Bogor
Poin Utama
  • Luca Parmitano menjadi astronot Eropa pertama yang bergabung dalam misi Artemis 3 NASA.
  • Artemis 3 dijadwalkan meluncur pada 2027 sebagai bagian dari persiapan kembali ke Bulan.
  • Misi ini mendukung target NASA untuk mendaratkan manusia di Bulan pada 2028.

RRI.CO.ID, Bogor - NASA mengumumkan susunan awak misi Artemis 3 yang dijadwalkan meluncur pada 2027, pengumuman ini dilakukan pada Selasa, 9 Juni 2026. Salah satu nama yang mencuri perhatian adalah Luca Parmitano, astronot asal Italia yang akan menjadi orang Eropa pertama dalam program ambisius tersebut.

Parmitano akan bertugas sebagai pilot dan mewakili Badan Antariksa Eropa (ESA) dalam misi yang menjadi bagian dari upaya mengembalikan manusia ke Bulan. Ia bergabung bersama tiga astronot NASA lainnya, yakni Randy Bresnik, Andre Douglas, dan Frank Rubio.

Saat diperkenalkan kepada publik, Parmitano tampak terharu dan menyampaikan rasa terima kasih kepada keluarga serta lembaga yang mendukung perjalanan kariernya. Ia menggambarkan Italia sebagai titik awal perjalanannya menuju luar angkasa, sementara ESA dan NASA menjadi penghubung yang membawanya mencapai tahap tersebut.

Artemis 3 memiliki sejumlah target penting sebelum manusia kembali menapakkan kaki di Bulan. Salah satunya adalah menguji kemampuan wahana Orion milik NASA dan melakukan pertemuan dengan wahana pendarat yang dikembangkan perusahaan swasta.

Persiapan misi sempat menjadi sorotan setelah roket New Glenn milik Blue Origin mengalami ledakan saat uji darat beberapa waktu lalu. Meski demikian, pihak Blue Origin menegaskan bahwa pengembangan sistem tetap berjalan dan kesiapan untuk mendukung Artemis 3 terus dikebut.

Pengalaman Parmitano dinilai menjadi salah satu alasan kuat di balik penunjukannya sebagai pilot. Sebelum menjadi astronot, ia merupakan pilot uji Angkatan Udara Italia dan telah menjalani dua misi di Stasiun Luar Angkasa Internasional.

Tak hanya itu, Parmitano juga pernah menghadapi situasi berbahaya saat melakukan aktivitas di luar wahana ketika helmnya terisi air. Berkat ketenangan dan kemampuannya mengambil keputusan, ia berhasil menyelesaikan insiden tersebut dengan selamat.

Misi Artemis 3 juga menjadi bagian dari persaingan global dalam eksplorasi antariksa modern. NASA menargetkan misi ini sebagai langkah penting menuju pendaratan manusia di Bulan pada 2028 sekaligus memperkuat posisinya dalam perlombaan antariksa dengan China.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....