Wali Kota Dedie Rachim Promosikan Energi Berbasis Sampah di WUF
- 20 Mei 2026 15:57 WIB
- Bogor
Poin Utama
- Forum internasional World Urban Forum (WUF) ke-13 di Azerbaijan menjadi ruang bagi Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, untuk memaparkan komitmen Pemerintah Kota Bogor dalam transformasi energi dan pembangunan kota berkelanjutan
- Pada forum yang mempertemukan berbagai pemangku kepentingan global itu, Dedie Rachim menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Azerbaijan dan organisasi D-8 atas pembahasan berbagai tantangan perkotaan masa kini.
RRI.CO.ID, Bogor – Forum internasional World Urban Forum (WUF) ke-13 di Azerbaijan menjadi ruang bagi Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, untuk memaparkan komitmen Pemerintah Kota Bogor dalam transformasi energi dan pembangunan kota berkelanjutan pada Rabu, 20 Mei 2026. Dalam dialog organisasi D-8 tersebut, Dedie Rachim menegaskan pentingnya menghadirkan sistem perkotaan yang ramah lingkungan melalui inovasi dan penguatan ketahanan kota.
Pada forum yang mempertemukan berbagai pemangku kepentingan global itu, Dedie Rachim menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Azerbaijan dan organisasi D-8 atas pembahasan berbagai tantangan perkotaan masa kini.
“Kota-kota saat ini menjadi pusat pertumbuhan ekonomi, inovasi, dan konektivitas masyarakat, namun di sisi lain juga menghadapi tantangan besar akibat meningkatnya kebutuhan energi, produksi sampah, degradasi lingkungan, serta risiko perubahan iklim,” ujar Dedie Rachim.
Dedie Rachim menjelaskan bahwa transformasi energi harus berjalan beriringan dengan pembangunan perkotaan agar tercipta lingkungan yang lebih berkelanjutan.
“Di Bogor, kami meyakini bahwa kota berkelanjutan harus dibangun melalui kolaborasi, inovasi, dan ketahanan jangka panjang,” katanya.
Salah satu fokus yang dipaparkan dalam forum tersebut adalah transformasi pengelolaan sampah menjadi sumber energi perkotaan berkelanjutan. Kota Bogor saat ini menghasilkan sekitar 1.000 ton sampah per hari sehingga diperlukan sistem pengelolaan yang lebih modern untuk mengurangi dampak lingkungan jangka panjang.
Dedie Rachim menyampaikan pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) menjadi bagian dari strategi mengurangi ketergantungan terhadap metode pembuangan terbuka sekaligus memperkuat ketahanan lingkungan.
“Bogor saat ini menjadi satu-satunya kota di Indonesia yang mengoperasikan dan mengembangkan dua fasilitas PLTSa secara bersamaan sebagai bagian dari strategi lingkungan perkotaan terintegrasi,” ungkapnya.
Selain pengembangan energi berbasis sampah, Pemerintah Kota Bogor juga terus memperkuat tata kelola smart city, ruang terbuka hijau, gerakan lingkungan berbasis masyarakat, dan mobilitas perkotaan berkelanjutan.
“Pembangunan kota masa depan tidak hanya harus cerdas dan modern, tetapi juga tangguh, inklusif, ramah lingkungan, dan berpusat pada manusia,” tegas Dedie Rachim.
Dalam forum itu, Dedie Rachim juga menekankan pentingnya kolaborasi antarnegara anggota D-8 untuk mendorong transformasi kota berkelanjutan melalui inovasi, pertukaran teknologi, dan kerja sama lintas negara.
“Dari Bogor, Indonesia, kami tetap berkomitmen untuk berkontribusi dalam mewujudkan masa depan perkotaan yang lebih hijau, lebih cerdas, dan lebih tangguh,” tutupnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....