Lakukan Lawatan ke China, Trump Bawa Agenda Ekonomi dan Politik Global
- 13 Mei 2026 23:31 WIB
- Bogor
RRI.CO.ID, Bogor - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, resmi memulai kunjungannya ke Beijing pada Rabu, 13 Mei 2026, malam waktu setempat, untuk bertemu Presiden China, Xi Jinping. Pertemuan dua pemimpin negara ekonomi terbesar dunia itu dipandang sebagai momen penting di tengah memanasnya hubungan Washington dan Beijing dalam beberapa tahun terakhir.
Trump tiba di Bandara Internasional Beijing Capital menggunakan Air Force One setelah menempuh perjalanan panjang dari Washington. Kunjungan tersebut menjadi lawatan pertama presiden Amerika Serikat ke China dalam hampir satu dekade dan langsung menyita perhatian dunia internasional.
Sejumlah isu sensitif diperkirakan mendominasi pembicaraan antara kedua pemimpin, mulai dari perang dagang, konflik Iran, hingga ketegangan terkait Taiwan. Meski begitu, Trump tampak ingin menonjolkan peluang kerja sama ekonomi dan teknologi selama berada di China.
Kehadiran tokoh-tokoh besar industri teknologi ikut menambah sorotan terhadap kunjungan tersebut. CEO Nvidia, Jensen Huang, dan CEO Tesla, Elon Musk, diketahui turut berada dalam rombongan perjalanan Trump menuju Beijing.
Kunjungan ini juga berlangsung di tengah persaingan sengit pengembangan kecerdasan buatan atau AI antara Amerika Serikat dan China. Pemerintah AS saat ini masih membatasi penjualan chip teknologi canggih Nvidia ke China dengan alasan keamanan nasional.
Dalam unggahan media sosial selama perjalanan, Trump mengatakan dirinya ingin mendorong China agar lebih terbuka terhadap inovasi dan kerja sama teknologi global. Ia bahkan memuji Xi Jinping sebagai pemimpin dengan reputasi luar biasa dan berharap hubungan kedua negara dapat berjalan lebih positif.
Agenda Trump di Beijing dipastikan padat. Ia dijadwalkan melakukan pembicaraan resmi dengan Xi Jinping di Great Hall of the People sebelum menghadiri jamuan kenegaraan bersama jajaran pejabat tinggi China.
Selain isu politik internasional, pembahasan ekonomi diprediksi menjadi fokus utama dalam pertemuan tersebut. Trump dan Xi disebut akan membicarakan kemungkinan memperpanjang kesepakatan penghentian sementara tarif dagang yang sebelumnya dicapai kedua negara.
Hubungan perdagangan AS-China memang masih dibayangi perang tarif yang memicu ketegangan global. Kebijakan tarif besar-besaran dari Washington sebelumnya dibalas Beijing dengan kebijakan serupa hingga membuat nilai tarif kedua negara melonjak drastis.
Tak hanya itu, persoalan ekspor logam tanah jarang, perdagangan hasil pertanian, hingga penjualan senjata Amerika Serikat ke Taiwan diperkirakan turut masuk dalam agenda diskusi. Pernyataan Trump yang akan membahas Taiwan bersama Xi menarik perhatian karena berbeda dari sikap tradisional Washington sebelumnya.
Menjelang pertemuan puncak tersebut, suasana keamanan di Beijing terlihat lebih ketat dari biasanya. Aparat kepolisian memperkuat pengawasan di sejumlah titik strategis dan melakukan pemeriksaan identitas penumpang metro.
Banyak pihak berharap pertemuan Trump dan Xi dapat membantu meredakan ketegangan global yang belakangan meningkat. Dunia internasional kini menanti apakah dialog kedua pemimpin itu mampu menghasilkan langkah nyata dalam menjaga stabilitas hubungan dua negara adidaya tersebut.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....