Serigala Lepas dari Kebun Binatang, Warga Korea Selatan Diimbau Waspada

  • 10 Apr 2026 17:03 WIB
  •  Bogor

RRI.CO.ID, Bogor – Seekor serigala yang kabur dari kebun binatang di Korea Selatan menjadi perhatian publik setelah keberadaannya belum ditemukan selama beberapa hari. Peristiwa ini bahkan memicu tren di media sosial hingga munculnya aset kripto bertema hewan tersebut.

Dikutip dari Reuters, serigala jantan bernama Neukgu yang berusia sekitar dua tahun dilaporkan melarikan diri dari O-World Zoo di Daejeon. Hewan dengan berat sekitar 35 kilogram itu diduga keluar dengan menggali bagian bawah pagar kandang.

Pihak berwenang langsung melakukan pencarian besar-besaran dengan melibatkan lebih dari 100 personel, termasuk petugas pemadam kebakaran, kepolisian, dan militer. Upaya pencarian juga dibantu drone dengan kamera termal untuk melacak keberadaan hewan tersebut.

Sebagai langkah antisipasi, sebuah sekolah dasar di sekitar lokasi turut ditutup sementara guna menjaga keselamatan warga. Hingga beberapa hari setelah kejadian, serigala tersebut masih dalam pencarian.

Presiden Korea Selatan, Lee Jae Myung, turut memberikan perhatian terhadap insiden ini. Melalui media sosial, ia berharap tidak ada korban serta serigala tersebut dapat kembali dengan aman.

Peristiwa ini menarik perhatian luas masyarakat dan komunitas daring. Nama Neukgu bahkan digunakan sebagai meme coin yang diperdagangkan di platform kripto dengan nilai transaksi yang cukup tinggi dalam waktu singkat.

Selain itu, komunitas penggemar di media sosial juga mulai bermunculan, menunjukkan tingginya ketertarikan publik terhadap kisah serigala yang kabur tersebut.

Neukgu sendiri merupakan bagian dari program pelestarian serigala Korea, spesies yang sebelumnya dinyatakan punah di alam liar. Kejadian ini sekaligus mengingatkan pada insiden serupa, seperti kaburnya seekor zebra di Seoul pada 2023.

Kasus ini menyoroti pentingnya pengamanan fasilitas kebun binatang sekaligus menunjukkan bagaimana sebuah peristiwa dapat dengan cepat menjadi fenomena global di era digital.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....