Raja Charles III Serukan Belas Kasih Natal 2025
- 26 Des 2025 13:46 WIB
- Bogor
KBRN, Bogor: Raja Inggris Charles III menyampaikan pesan kuat tentang pentingnya belas kasih dan rekonsiliasi di tengah dunia yang semakin terbelah, dalam pidato Natal yang disiarkan secara nasional pada Kamis, 25 Desember 2025. Dari Westminster Abbey, Raja berusia 77 tahun itu mengajak masyarakat global untuk kembali meneguhkan nilai-nilai kemanusiaan dan perdamaian.
Dalam pesannya, Charles mengungkapkan rasa harunya melihat orang-orang dari beragam latar belakang keimanan memiliki kerinduan yang sama akan kedamaian. Ia menilai harapan bersama itu menjadi kekuatan moral yang penting di tengah berbagai konflik dan ketegangan global.
Raja juga memberikan penghormatan kepada individu dan komunitas yang menunjukkan keberanian luar biasa dengan mempertaruhkan nyawa demi menyelamatkan orang lain. Salah satu peristiwa yang disorot adalah insiden kekerasan dalam sebuah acara komunitas Yahudi di Pantai Bondi, Australia, yang baru-baru ini mengguncang publik.
Menurut Charles, delapan dekade setelah berakhirnya Perang Dunia II, kisah keberanian para prajurit dan solidaritas masyarakat pascaperang masih menyimpan pesan yang relevan hingga kini. Nilai-nilai itulah, katanya, yang telah membentuk karakter bangsanya dan patut terus dijaga.
Di tengah meningkatnya perpecahan, baik di dalam negeri maupun di kancah internasional, Raja menegaskan bahwa masyarakat tidak boleh kehilangan arah dari prinsip-prinsip dasar kemanusiaan. Ia menekankan bahwa keberagaman justru dapat menjadi sumber kekuatan untuk menegakkan kebenaran dan mengalahkan ketidakadilan.
Pidato Natal tahun ini juga menegaskan komitmen Charles terhadap dialog lintas iman. Ia mengingatkan momen bersejarah pada Oktober lalu ketika dirinya menjadi kepala Gereja Inggris pertama yang berdoa bersama Paus di Vatikan sejak perpecahan dengan Roma lima abad silam. Tak lama sebelumnya, ia juga menemui para penyintas serangan terhadap sinagoga serta komunitas Yahudi di Manchester.
Untuk tahun kedua berturut-turut, Raja Charles menyampaikan pesan Natalnya dari luar kediaman kerajaan. Berbeda dengan tahun lalu, kali ini ia tidak menyinggung kondisi kesehatannya maupun dinamika internal keluarga kerajaan.
Pesan tersebut turut menampilkan kebersamaan dengan Pangeran William dan cucunya, Pangeran George, serta ditutup dengan lantunan lagu Natal dari paduan suara Ukraina menjadi simbol solidaritas terhadap bangsa yang terdampak perang sejak 2022.
Usai pesan Natal, Raja Charles bersama anggota keluarga kerajaan menghadiri kebaktian di Gereja St Mary Magdalene, Sandringham, menandai perayaan Natal yang sarat makna refleksi, empati, dan harapan akan persatuan dunia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....