Rencana Renovasi East Wing Gedung Putih Tuai Kontroversi
- 26 Des 2025 12:17 WIB
- Bogor
KBRN, Bogor: Rencana pembangunan ballroom raksasa di East Wing Gedung Putih kembali menjadi sorotan. Pemerintah Amerika Serikat dijadwalkan memaparkan rincian terbaru proyek tersebut dalam sidang komisi federal pada awal Januari 2026 mendatang.
Proyek yang digagas Presiden Donald Trump itu disebut-sebut bernilai sekitar 400 juta dolar AS dan dirancang dengan ukuran jauh lebih besar dibandingkan bangunan Gedung Putih yang ada saat ini. Sejak diumumkan, rencana tersebut menuai kontroversi, mulai dari gugatan kelompok pelestari bangunan bersejarah hingga kritik keras dari politisi Partai Demokrat yang menilai proyek ini berpotensi menjadi penyalahgunaan kewenangan.
National Capital Planning Commission (NCPC), lembaga yang bertanggung jawab atas perencanaan lahan federal di kawasan Washington, mengonfirmasi bahwa Gedung Putih akan menyampaikan pemaparan resmi mengenai rencana pembangunan ulang East Wing dalam rapat komisi pada 8 Januari 2026. Meski demikian, pihak Gedung Putih belum memberikan pernyataan terbuka terkait agenda tersebut.
Di sisi lain, NCPC memilih untuk tidak meninjau pembongkaran East Wing lama maupun dampak proyek terhadap kawasan bersejarah di sekitarnya. Keputusan ini menimbulkan kritik, mengingat pembangunan ballroom tersebut berpotensi menjadi perubahan fisik terbesar pada Gedung Putih dalam beberapa dekade terakhir.
Penolakan juga datang dari National Trust for Historic Preservation yang mengajukan gugatan hukum. Organisasi tersebut menilai ukuran ballroom yang direncanakan sekitar 90.000 kaki persegi akan mendominasi kompleks Gedung Putih yang selama ini dikenal dengan proporsi arsitektur bersejarahnya.
Meski hakim menolak permohonan penangguhan sementara terhadap proyek itu, proses hukum masih berlanjut. Sidang lanjutan dijadwalkan digelar bulan depan, sementara spesifikasi detail bangunan belum ditetapkan secara final.
Trump sendiri diketahui terlibat langsung dalam berbagai upaya penataan ulang Gedung Putih dan kawasan ibu kota, seiring persiapan peringatan 250 tahun Deklarasi Kemerdekaan Amerika Serikat. Selain ballroom, ia juga mengusulkan pembangunan monumen baru serta melakukan perubahan interior di Oval Office.
Rencana ambisius ini membuat proyek ballroom East Wing tak sekadar menjadi isu pembangunan, tetapi juga simbol perdebatan antara modernisasi, pelestarian sejarah, dan kekuasaan politik di jantung pemerintahan Amerika Serikat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....