Raja Charles III Alami Kemajuan dalam Perawatan Kanker
- 13 Des 2025 18:44 WIB
- Bogor
KBRN, Bogor: Raja Inggris Charles III menyampaikan kabar positif terkait kondisi kesehatannya pada Jumat (12/12/2025) kemarin melalui media sosial resmi @RoyalFamily. Intensitas pengobatan kanker yang dijalaninya dipastikan akan dikurangi mulai tahun depan, menyusul respons yang dinilai baik terhadap perawatan medis yang diterimanya sejak awal 2024.
Kabar tersebut disampaikan melalui pesan pribadi yang direkam untuk kampanye nasional penggalangan dana penelitian kanker di Inggris. Dalam kesempatan itu, Raja Charles juga menegaskan pentingnya deteksi dini dan mengajak masyarakat memanfaatkan program skrining kanker yang tersedia secara luas di negara tersebut.
Raja berusia 77 tahun itu pertama kali mengumumkan diagnosis kankernya pada Februari 2024, setelah penyakit tersebut terdeteksi sebulan sebelumnya. Hingga kini, pihak istana tetap tidak mengungkapkan jenis kanker maupun detail pengobatan yang dijalani, sembari menegaskan bahwa penyakit tersebut bukan kanker prostat.
Dalam pesannya, Raja Charles menyoroti masih rendahnya kesadaran masyarakat terhadap pemeriksaan kesehatan. Ia mengungkapkan keprihatinan atas jutaan warga Inggris yang belum mengikuti skrining kanker, padahal deteksi pada tahap awal terbukti meningkatkan peluang kesembuhan secara signifikan.
Pernyataan tersebut mendapat respons dari Perdana Menteri Inggris Keir Starmer yang menegaskan bahwa skrining kanker dini merupakan langkah krusial dalam menyelamatkan nyawa, serta menyambut baik kabar membaiknya kondisi kesehatan sang raja.
Keterbukaan Raja Charles mengenai penyakit yang dideritanya dinilai sebagai langkah yang berbeda dari tradisi kerajaan sebelumnya. Di masa pemerintahan Ratu Elizabeth II, kondisi kesehatan raja atau ratu cenderung dijaga ketat dari konsumsi publik.
Di tengah pengobatan, Raja Charles tetap secara bertahap kembali menjalankan tugas-tugas kenegaraan sejak April 2024. Bahkan dalam setahun terakhir, ia meningkatkan aktivitas publiknya, termasuk melakukan kunjungan luar negeri dan menerima sejumlah pemimpin dunia, meski sempat dirawat singkat akibat efek samping pengobatan.
Kampanye Stand Up To Cancer yang menjadi wadah penyampaian pesan tersebut hingga kini telah menggalang lebih dari £113 juta untuk mendukung penelitian lebih dari 20 jenis kanker, memperkuat upaya Inggris dalam penanganan dan pencegahan penyakit mematikan tersebut.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....