Bogor Hidupkan Kembali Jejak Konferensi Asia-Afrika

  • 21 Nov 2025 20:00 WIB
  •  Bogor

KBRN, Bogor: Konferensi Asia-Afrika menjadi sorotan utama ketika Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, mendampingi para duta besar dan delegasi yang hadir dalam rangkaian The Ambassador Summit road to Asia-Africa Conference 2026 di Paseban Sri Bima, Balai Kota Bogor, Kamis (20/11/2025). Kehadiran tamu dari berbagai negara Asia dan Afrika itu disambut dengan penuh kehormatan sebagai bagian dari penguatan diplomasi Kota Bogor.

Usai melakukan jamuan resmi, Dedie mengajak seluruh perwakilan negara untuk menelusuri kembali jejak penting sejarah lahirnya Konferensi Asia-Afrika (KAA) melalui napak tilas di Istana Kepresidenan Bogor. Lokasi tersebut menjadi titik awal perumusan gagasan besar yang kemudian mengguncang percaturan global pada era 1950-an.

Kegiatan napak tilas ini sekaligus menegaskan posisi Kota Bogor sebagai kota diplomasi dan kota bersejarah. Di istana inilah lima pemimpin negara—Ali Sastroamidjojo (Indonesia), Jawaharlal Nehru (India), Mohammed Ali Bogra (Pakistan), U Nu (Burma/Myanmar), dan Sir John Kotelawala (Ceylon/Sri Lanka)—menyatukan pandangan yang menjadi fondasi solidaritas Asia-Afrika.

Dedie menjelaskan bahwa Konferensi Bogor yang berlangsung pada 28–29 Desember 1954 merupakan fase penting sebelum terwujudnya KAA di Bandung pada 1955. Ia menekankan bahwa momen itu menjadi salah satu tonggak yang mengubah dinamika dunia dengan menguatkan suara negara-negara berkembang.

Dalam napak tilas tersebut, para delegasi diajak melihat langsung ruangan bersejarah tempat pertemuan Konferensi Bogor digelar. Dedie menuturkan bahwa berbagai elemen ruang, mulai dari furnitur, ornamen, hingga lima bendera yang menghiasi ruangan, masih dipertahankan seperti kondisi aslinya untuk menjaga autentisitas sejarah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....