Masalah Struktur, Galeri Campana di Louvre Ditutup Sementara

  • 18 Nov 2025 16:32 WIB
  •  Bogor

KBRN, Bogor: Museum Louvre kembali menjadi sorotan publik setelah pihak pengelola mengumumkan penutupan sementara salah satu galerinya pada Senin (17/11/2025) kemarin. Keputusan ini diambil setelah audit internal menemukan kelemahan pada sejumlah balok penyangga di bangunan bersejarah tersebut.

Galeri yang ditutup adalah Galeri Campana, ruang pamer yang terdiri dari sembilan ruangan berisi koleksi keramik Yunani kuno. Museum menyatakan bahwa area di lantai dua yang berada tepat di atas galeri menunjukkan indikasi masalah struktural, sehingga diperlukan pemeriksaan lebih lanjut demi alasan keselamatan.

Penutupan ini dipastikan tidak berkaitan dengan kasus perampokan spektakuler yang mengguncang Louvre beberapa minggu lalu. Meski demikian, dua kabar berturut-turut ini semakin menambah tekanan terhadap museum yang telah dikritik keras oleh publik Prancis terkait lemahnya sistem keamanan.

Pada perampokan yang terjadi di siang hari bolong tersebut, sekelompok pencuri beranggotakan empat orang menggunakan tangga lipat dan alat listrik untuk membobol museum. Mereka berhasil membawa kabur perhiasan senilai lebih dari 102 juta dolar, tepat di depan pengunjung yang terpana.

Sebelum insiden besar itu, pimpinan Louvre, Laurence des Cars, telah mengeluarkan peringatan keras mengenai kondisi sejumlah ruangan yang mulai mengalami kerusakan. Dalam sebuah memo pada Januari, ia menyoroti area yang sudah tidak kedap air dan ruangan dengan fluktuasi suhu ekstrem, kedua faktor yang dapat mengancam keutuhan karya seni.

Masalah kali ini muncul di sayap Sully, tepatnya di lantai satu sisi timur kompleks, tempat Galeri Campana berada. Lantai dua di atasnya, yang digunakan sebagai ruang kantor, menunjukkan gejala gangguan struktural yang digambarkan sebagai perkembangan “baru dan tidak terduga.”

Sebanyak 65 pegawai yang bekerja di area tersebut telah dipindahkan sementara proses penyelidikan berlangsung. Pihak museum menegaskan bahwa koleksi berharga berupa ribuan vas, cawan, dan artefak lainnya untuk sementara tidak akan dipindahkan, meski area pamer ditutup.

Dampak dari perampokan besar sebelumnya masih terasa. Louvre bahkan sempat menutup seluruh kompleks selama tiga hari setelah kejadian pada 19 Oktober 2025 lalu. Jendela yang dipecahkan para pelaku kini justru menjadi objek “wisata dadakan” bagi para pengunjung.

Jaksa Prancis telah menetapkan empat tersangka, termasuk dua orang yang diyakini sebagai pelaku utama. Menariknya, mereka disebut sebagai penjahat kecil yang meninggalkan banyak jejak DNA dan bahkan menjatuhkan sebagian barang curian, termasuk mahkota berhias berlian dan zamrud milik Permaisuri Eugenie.

Hingga kini, perhiasan yang dicuri belum berhasil ditemukan, sementara pihak museum terus berupaya memperbaiki kepercayaan publik sekaligus memastikan keamanan dan kelayakan bangunan bersejarah yang dikunjunginya lebih dari 8 juta orang setiap tahun.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....