Kampus Jayabaya Implementasikan Permendiktisaintek 39, dengan Internasionalisasi PkM
- 05 Okt 2025 10:57 WIB
- Bogor
KBRN, Bogor: Universitas Jayabaya menggelar program bertajuk “Enhancing Indonesian Language and Cultural Literacy among Thai Students – A Multidisciplinary Academic Perspective: Management, Law, and Communication Studies”. Program ini merupakan wujud Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Internasional berkolaborasi bersama Rajamangala University of Technology Krungthep (RMUTK), Thailand pada hari Sabtu (27/09/2025) bertempat di Ramada Plaza by Wyndham, Thailand.
Kegiatan ini juga merupakan implementasi Universitas Jayabaya dalam menjalankan Permendiktisaintek Nomor 39 Tahun 2025 yang menekankan pentingnya mutu dan relevansi internasional pendidikan tinggi. Unit Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Publikasi (UP2P) Pascasarjana Universitas Jayabaya yang menginisiasi program ini mengajak mahasiswa Thailand mengenal bahasa dan budaya Indonesia, sekaligus membuka ruang akademik yang kaya dengan perspektif lintas disiplin.
Dukungan penuh dari pimpinan Pascasarjana Direktur Yuhelson, Wakil Direktur I Nurhakim, dan Wakil Direktur II Edi Ridwan—membuat kegiatan ini menjadi lebih dari sekadar workshop. Kolaborasi lintas program studi, mulai dari Doktor Ilmu Hukum, Magister Manajemen, Magister Ilmu Hukum, Magister Kenotariatan, hingga Magister Komunikasi, menegaskan bahwa internasionalisasi memang harus berjalan dalam satu irama akademik. Dalam setiap sesi, mahasiswa Thailand diajak menyelami Indonesia dari berbagai pintu. Perspektif manajemen memperlihatkan bagaimana cross-cultural management diperlukan dalam kerja sama Indonesia–Thailand.
Perspektif hukum memperkenalkan aturan sederhana tentang hak dan kewajiban mahasiswa asing. Sementara perspektif komunikasi membawa mereka memahami simbol budaya, bahasa tubuh, dan etika berinteraksi. Tidak berhenti di ruang kelas, para peserta juga menikmati latihan percakapan sehari-hari serta pengalaman budaya populer Indonesia, dari kuliner hingga pakaian tradisional.
Menurut Ketua UP2P Pascasarjana Universitas Jayabaya, Ferdian Arie Bowo, inisiatif ini adalah jalan baru internasionalisasi tridarma.
“Program ini tidak hanya memperluas pemahaman mahasiswa asing tentang Indonesia, tetapi juga membuka jalan bagi kolaborasi riset dan publikasi bersama. Di sinilah kita melihat bagaimana PkM bisa bergerak ke ranah internasional,” ujar Ferdian Arie Bowo, Sabtu (4/10/2025).
Senada dengan itu, Wakil Direktur I Pascasarjana, Nurhakim, menekankan pentingnya menghubungkan regulasi dan praktik.
“Permendiktisaintek 39/2025 mendorong perguruan tinggi agar lebih berkualitas dan berorientasi global. Inisiasi UP2P ini membuktikan bagaimana sebuah kebijakan dapat diterjemahkan menjadi aksi nyata,” tegasnya.
Kesuksesan kegiatan ini tidak lepas dari kerja tim. Sekretaris UP2P, Eka Wahyu Hidayat, bersama jajaran Sekretariat Program Doktor Ilmu Hukum, yakni Ardi, Shita, dan Fadli, memastikan seluruh aspek teknis berjalan lancar. Peran mereka menunjukkan bahwa internasionalisasi bukanlah kerja individu, melainkan hasil sinergi kolektif. Dari kerja teknis itulah lahir makna strategis: bahwa pengabdian kepada masyarakat dapat menjadi pintu masuk internasionalisasi, memperluas jejaring riset dan publikasi, sekaligus memperkuat kontribusi Indonesia dalam membangun pemahaman lintas budaya di ASEAN.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....