Perlindungan 176 Ribu Hektare Hutan Selamatkan Populasi Koala

  • 07 Sep 2025 14:39 WIB
  •  Bogor

KBRN, Bogor: Australia mengambil langkah besar dalam upaya penyelamatan satwa ikoniknya. Pemerintah Negara Bagian New South Wales (NSW) resmi menghentikan aktivitas penebangan di kawasan hutan pesisir timur untuk membentuk Great Koala National Park.

Dikutip dari AFP News, pada Senin (08/09/2025), larangan diberlakukan di area seluas 176.000 hektare di pantai utara NSW. Kebijakan ini diperkirakan berdampak pada enam pabrik pengolahan kayu dan sekitar 300 pekerja. Meski begitu, pemerintah menegaskan tanpa langkah penyelamatan, populasi koala di negara bagian terpadat di Australia itu bisa hilang sepenuhnya pada 2050.

Koala di Ambang Kepunahan

Dalam beberapa dekade terakhir, jumlah koala di NSW menurun drastis akibat deforestasi, kekeringan, penyakit, serta kebakaran hutan. “Koala terancam punah di alam liar di NSW sesuatu yang tak terbayangkan. Great Koala National Park hadir untuk mengubah situasi ini,” ujar Perdana Menteri NSW Chris Minns.

Pemerintah juga menjanjikan dukungan penuh kepada masyarakat yang terdampak. Para pekerja dan pelaku usaha akan menerima kompensasi gaji, bantuan biaya operasional, serta akses ke layanan pelatihan, kesehatan, hingga bantuan hukum.

Kawasan Konservasi Raksasa

Rencana taman nasional ini pertama kali diumumkan pada 2023, namun saat itu hanya mencakup 8.400 hektare. Kini, perluasan wilayah konservasi akan memberi perlindungan bagi lebih dari 12.000 koala, 36.000 greater gliders, serta lebih dari 100 spesies terancam punah lainnya.

Selain itu, pemerintah NSW mengalokasikan dana 6 juta dolar Australia untuk membuka peluang pariwisata dan usaha kecil di sekitar kawasan. Anggaran pembangunan taman juga ditambah 60 juta dolar Australia, melengkapi pendanaan 80 juta dolar Australia yang sudah disiapkan sebelumnya.

Pro dan Kontra

Kebijakan ini mendapat sambutan hangat dari aktivis lingkungan. CEO WWF-Australia Dermot O’Gorman menegaskan, taman ini memberi harapan untuk mengeluarkan koala dari daftar spesies terancam dalam beberapa dekade ke depan.

“Ini kesempatan membalikkan tragedi, sekaligus menciptakan jaringan kawasan lindung untuk menghadapi perubahan iklim,” ujarnya.

Namun, serikat pekerja menganggap kebijakan tersebut terlalu luas dan berpotensi memukul komunitas lokal. “Ini bukan soal mendukung atau menolak koala. Kami semua ingin koala bertahan. Tapi jangan sampai seluruh industri hancur ketika ada opsi berbasis sains yang bisa menjaga keduanya,” kata Tony Callinan, Sekretaris Serikat Pekerja Australia di NSW.

Menunggu Restu Federal

Realisasi penuh taman nasional ini masih menunggu persetujuan pemerintah federal, termasuk penilaian sebagai proyek karbon yang mendukung pengelolaan hutan alami lebih berkelanjutan.

Saat ini, program pemantauan resmi memperkirakan populasi koala di wilayah timur Australia seperti Queensland, NSW, dan Wilayah Ibu Kota yang berada di kisaran 95.000–238.000 ekor. Sementara di Victoria dan Australia Selatan, jumlahnya diperkirakan mencapai 129.000–286.000 ekor.

Dengan kebijakan baru ini, Australia berharap koala yang merupakan simbol negeri kanguru yang mendunia dapat terbebas dari ancaman kepunahan di masa depan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....