Jepang Gelar Upacara Kedewasaan Pewaris Takhta Kedua
- 07 Sep 2025 13:30 WIB
- Bogor
KBRN, Bogor: Jepang menggelar upacara megah di Istana Kekaisaran pada Sabtu (6/9/2025) untuk menandai kedewasaan Pangeran Hisahito. Putra Pangeran Akishino itu kini resmi menjadi pewaris takhta kedua setelah ayahnya, sekaligus generasi penerus yang diharapkan menjaga kelangsungan garis kekaisaran.
Dalam upacara tersebut, Hisahito yang berusia 19 tahun menerima mahkota hitam dari sutra dan pernis. Ia tampil dalam balutan busana tradisional kuning, lalu menyampaikan janji akan menunaikan tugasnya dengan penuh tanggung jawab sebagai anggota dewasa keluarga kekaisaran.Meski upacara berlangsung khidmat, isu suksesi kembali mencuat. Putri Aiko, anak tunggal Kaisar Naruhito, tidak masuk jalur pewarisan karena aturan hanya memperbolehkan laki-laki naik takhta. Padahal, sejumlah survei menunjukkan publik Jepang cukup mendukung kehadiran kaisar perempuan.

Jepang memperingati hari kedewasaan Pangeran Hisahito dengan upacara besar di Istana Kekaisaran, menyoroti krisis suksesi yang sedang berlangsung akibat aturan suksesi yang hanya berlaku untuk laki-laki. (Foto: X @nypost)
Meski upacara berlangsung khidmat, isu suksesi kembali mencuat. Putri Aiko, anak tunggal Kaisar Naruhito, tidak masuk jalur pewarisan karena aturan hanya memperbolehkan laki-laki naik takhta. Padahal, sejumlah survei menunjukkan publik Jepang cukup mendukung kehadiran kaisar perempuan.
Sejak lama, pemerintah Jepang memperdebatkan kemungkinan reformasi aturan suksesi. Wacana sempat menguat pada 2005, namun meredup setelah Hisahito lahir setahun kemudian.
Di sisi lain, para perempuan keluarga kekaisaran menghadapi tekanan besar, termasuk setelah menikah. Permaisuri Masako maupun mantan Putri Mako diketahui pernah mengalami masalah kesehatan akibat sorotan publik dan ekspektasi tinggi.
Meski dukungan terhadap perubahan aturan cukup besar, para pengamat menilai fokus masyarakat kini lebih tertuju pada isu ekonomi. “Jika suara publik lebih lantang, politikus mungkin akan menindaklanjuti serius,” kata Hideya Kawanishi, akademisi dari Universitas Nagoya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....