Skandal Politik Korsel Eks Ibu Negara Resmi Ditahan

  • 13 Agt 2025 19:31 WIB
  •  Bogor

KBRN, Bogor: Penegak hukum Korea Selatan pada Selasa (12/8/2025) malam resmi menahan mantan ibu negara, Kim Keon Hee atas sejumlah dugaan pelanggaran hukum mulai dari manipulasi saham hingga korupsi. Langkah ini menorehkan sejarah baru: untuk pertama kalinya, mantan presiden dan istrinya sama-sama berada dalam tahanan.

Keputusan penahanan keluar setelah Pengadilan Distrik Pusat Seoul mengabulkan permintaan jaksa untuk menerbitkan surat perintah. Hakim menilai ada potensi kuat Kim akan menghilangkan atau merusak barang bukti jika tetap bebas.

Perempuan berusia 52 tahun itu diduga melanggar aturan pasar modal, investasi keuangan, dan dana politik. Kasusnya kian menambah daftar masalah hukum keluarga mantan Presiden Yoon Suk Yeol, yang sejak April 2025 lalu sudah mendekam di penjara akibat deklarasi darurat militer yang menuai kecaman luas.

Deklarasi Yoon pada 3 Desember 2024 lalu sempat memicu ketegangan nasional. Ia mengerahkan pasukan bersenjata ke parlemen, namun langkah itu segera dibatalkan oleh mayoritas anggota legislatif dari kubu oposisi. Gelombang kritik berujung pada pemakzulan Yoon, yang memaksa diadakannya pemilu presiden kilat pada Juni.

Nama Kim sendiri tidak lepas dari sorotan publik. Pada 2022, video dirinya menerima tas Dior dari seseorang yang mengaku sebagai penggemar kembali mencuatkan dugaan pelanggaran etika. Ia juga disinyalir ikut mengatur proses pencalonan anggota legislatif dari partai sang suami, yang berpotensi melanggar hukum pemilu.

Saat Yoon masih menjabat, ia sempat tiga kali memveto rancangan undang-undang investigasi khusus yang diajukan oposisi untuk menyelidiki tuduhan terhadap Kim, veto terakhir dikeluarkan hanya sepekan sebelum darurat militer diumumkan.

Di hadapan awak media saat menuju kantor kejaksaan pekan lalu, Kim mengutarakan permohonan maaf singkat: “Saya benar-benar minta maaf telah menimbulkan masalah, walau saya hanyalah orang biasa.”

Kini, pasangan yang dulu memegang kekuasaan tertinggi di negeri ginseng itu harus menghadapi babak baru hidup mereka dari balik jeruji besi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....