Nama Teluk Meksiko Diubah, Google Digugat Pemerintah Meksiko

  • 10 Mei 2025 11:52 WIB
  •  Bogor

KBRN, Bogor: Pemerintah Meksiko resmi menggugat raksasa teknologi Google setelah nama "Gulf of Mexico" (Teluk Meksiko) diubah menjadi "Gulf of America" (Teluk Amerika) pada layanan Google Maps yang diakses oleh pengguna di Amerika Serikat.

Mengutip dari AFP News, Presiden Claudia Sheinbaum mengumumkan langkah hukum ini dalam konferensi pers pada Jumat (9/5/2025), sebagai bentuk protes terhadap perubahan yang dianggap menciderai kedaulatan dan sejarah negara.

"Gugatan sudah diajukan," ujar Sheinbaum, meski ia tidak merinci lokasi dan waktu pengajuan gugatan tersebut.

Perubahan nama tersebut berakar dari perintah eksekutif yang dikeluarkan oleh Presiden Donald Trump pada minggu pertama masa jabatannya di Januari 2017. Perintah ini, yang semula bersifat administratif, kini diangkat menjadi undang-undang federal setelah mendapat persetujuan dari anggota parlemen AS pada Kamis lalu.

Presiden Sheinbaum menegaskan bahwa tindakan hukum diambil setelah berbagai peringatan kepada Google agar membatalkan perubahan nama tersebut tidak ditanggapi. Pada Februari lalu, Sheinbaum telah mengisyaratkan kemungkinan menggugat jika perusahaan induk Google, Alphabet Inc., tetap tidak merevisi tampilan peta digitalnya.

Pemerintah Meksiko berpendapat bahwa dekrit dari pemerintah AS tersebut hanya berlaku untuk wilayah landas kontinen milik AS, dan tidak bisa diberlakukan pada seluruh Teluk Meksiko.

“Yang kami minta sederhana: agar Amerika Serikat mematuhi batas kewenangannya sendiri,” kata Sheinbaum.

Ia menambahkan bahwa tidak ada negara yang memiliki hak menamai keseluruhan wilayah geografis lintas negara secara sepihak.

“Amerika Serikat sendiri hanya menamai bagian wilayahnya sebagai Gulf of America, bukan seluruh teluk," tegasnya.

Menariknya, sebagai sindiran terhadap langkah Trump, Sheinbaum sempat menyarankan untuk menyebut Amerika Serikat sebagai “Amerika Meksiko”, merujuk pada peta historis sebelum tahun 1848, tahun di mana sepertiga wilayah Meksiko dianeksasi oleh AS pasca Perang Meksiko-Amerika.

Di tengah polemik ini, kedua negara tengah berupaya meredakan ketegangan diplomatik yang juga diperparah oleh konflik dagang berkepanjangan, termasuk sejumlah tarif impor yang dikenakan Washington terhadap produk asal Meksiko.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....