"Rumah Horor" Spanyol, Tiga Anak Dikurung Sejak 2021
- 01 Mei 2025 07:00 WIB
- Bogor
KBRN, Bogor: Sebuah kasus mengejutkan mengguncang wilayah Asturias, Spanyol, setelah polisi setempat menangkap pasangan asal Jerman yang diduga telah mengurung tiga anak mereka selama lebih dari tiga tahun dalam kondisi tak layak huni. Rumah yang mereka tempati pun disebut media lokal sebagai "rumah horor".
Berawal dari penangkapan yang sebelumnya dilakukan pada Senin (28/04/2025) lalu di kota Oviedo, setelah penyelidikan menyusul laporan warga yang curiga terhadap aktivitas mencurigakan di rumah tersebut. Polisi mendapati bahwa rumah tersebut dihuni lebih banyak orang daripada yang tercatat resmi, termasuk anak-anak yang tidak pernah terdaftar di sekolah.
Di dalam rumah tersebut pada Rabu (30/04/2025), ditemukan ketiga anak yang terdiri dari sepasang kembar berusia delapan tahun dan seorang anak berusia sepuluh tahun ditemukan dalam kondisi mengenaskan. Mereka tinggal di tengah tumpukan sampah, tidak mendapatkan pendidikan, dan diduga mengalami pengabaian dalam jangka waktu lama.
"Anak-anak tersebut hidup dalam kondisi yang sangat memprihatinkan," ujar perwakilan kepolisian dalam konferensi pers. "Mereka tidak bersekolah, hidup dalam kekotoran, dan tampak seperti tidak pernah keluar rumah."
Salah satu petunjuk utama yang membuka tabir kasus ini adalah jumlah belanjaan yang terus dikirim ke rumah itu, tanpa seorang pun terlihat keluar sejak properti tersebut disewa pada Oktober 2021, di tengah pandemi Covid-19. Tetangga pun menyatakan tidak pernah melihat aktivitas penghuni rumah tersebut selama bertahun-tahun.
Polisi juga menemukan bahwa pasangan tersebut menimbun obat-obatan dalam jumlah besar. Anak-anak ditemukan memakai popok dan mengenakan tiga masker bedah sekaligus. Sang ayah bahkan meminta petugas untuk mengenakan masker sebelum memasuki rumah, menambah kesan isolasi ekstrem yang mereka jalani.
"Apakah penggunaan masker ini sekadar kebiasaan atau memiliki dasar psikologis tertentu, masih kami selidiki," kata Komisaris Francisco Javier Lozano Garcia. Ia juga menambahkan bahwa dampak psikologis dari pandemi mungkin menjadi salah satu pemicu isolasi ekstrem yang dilakukan keluarga ini.
Media lokal La Razon, menggambarkan kondisi rumah tersebut sebagai sangat menjijikkan, dengan bau menyengat dan tirai jendela yang selalu tertutup rapat. Ketika akhirnya anak-anak dibawa keluar, mereka terlihat takjub menyentuh rumput seolah itu adalah pengalaman pertama mereka di luar rumah.
Ketiga anak kini berada dalam pengawasan lembaga perlindungan anak, setelah diperiksa secara medis oleh dokter.
Sementara itu, penyelidikan lanjutan akan dilakukan untuk mengungkap latar belakang pasangan tersebut serta alasan mereka memilih tinggal dalam pengasingan ekstrem di Spanyol.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....