Lambaian Terakhir dari Tempat Tidur, Perpisahan Paus Fransiskus

  • 23 Apr 2025 06:31 WIB
  •  Bogor

KBRN, Bogor: Dunia dikejutkan oleh kabar wafatnya Paus Fransiskus, pemimpin Gereja Katolik yang dikenal luas sebagai pembawa semangat reformasi dan keterbukaan. Ia menghembuskan napas terakhir pada Senin pagi (21/04/2025) pukul 07.35 waktu Vatikan, hanya sehari setelah menyapa umat pada Misa Paskah di Lapangan Santo Petrus.

Laporan dari Vatican News menyebutkan bahwa Paus mulai merasa tidak sehat sejak pukul 05.30 pagi. Dalam kondisi lemah di ranjang perawatannya, ia masih sempat melambaikan tangan kepada perawat pribadinya, Massimiliano Strappetti, dalam momen haru yang disebut sebagai "gestur perpisahan".

Sehari sebelumnya, Fransiskus sempat berterima kasih kepada Strappetti karena telah membawanya berkeliling alun-alun Vatikan dengan mobil kepausan. “Terima kasih sudah membawaku kembali ke alun-alun,” ucapnya dalam kata-kata yang kini terasa seperti salam terakhirnya untuk umat.

Pihak Vatikan menegaskan bahwa kepergian Paus Fransiskus terjadi dengan cepat dan tanpa rasa sakit. "Semuanya berlangsung tenang," kata seorang saksi dari lingkungan dalam Vatikan.

Kepergian Paus Fransiskus memicu gelombang belasungkawa global. Argentina, negara asalnya, menetapkan masa berkabung nasional selama tujuh hari. Presiden Javier Milei dijadwalkan akan menghadiri langsung prosesi pemakaman.

India juga mengumumkan tiga hari berkabung kenegaraan, penghormatan luar biasa untuk seorang tokoh agama asing. Sementara itu, Italia mengumumkan lima hari berkabung, lebih panjang dari masa duka untuk Paus Yohanes Paulus II dua dekade lalu.

Sejumlah pemimpin dunia turut mengonfirmasi kehadiran mereka dalam pemakaman, termasuk Donald Trump, yang pernah berselisih pandangan dengan Fransiskus terkait isu imigrasi. Presiden Volodymyr Zelensky dari Ukraina juga dijadwalkan hadir dan berharap bisa bertemu dengan Trump dalam acara tersebut.

Nama-nama lain yang akan hadir antara lain Presiden Prancis Emmanuel Macron, Ketua Komisi Eropa Ursula von der Leyen, dan Pangeran William dari Kerajaan Inggris.

Seiring suasana duka yang menyelimuti, para kardinal Vatikan mulai bersiap menghadapi proses pemilihan Paus baru. Sebanyak 60 kardinal akan bertemu pada Rabu sore dalam sesi awal persiapan konklaf.

Tiga kardinal dipilih melalui undian untuk membantu Camerlengo, Kardinal Kevin Farrell, dalam menangani tugas administratif Vatikan selama masa sede vacante, yakni periode kekosongan takhta.

Konklaf, yang hanya melibatkan kardinal di bawah usia 80 tahun, dijadwalkan berlangsung antara tanggal 5 hingga 10 Mei 2025, sesuai ketentuan gereja.

Meskipun belum ada nama resmi yang mencuat sebagai calon kuat, berbagai spekulasi mulai beredar di kalangan umat dan pengamat Vatikan.

Kardinal Francois-Xavier Bustillo, Uskup Ajaccio dari Korsika, menyatakan bahwa periode ini akan menjadi waktu yang penuh dinamika. “Ini akan menjadi masa yang intens bagi Gereja,” ujarnya kepada media.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....