Vortex Polar Sebabkan Suhu Dingin Ekstrem di AS
- 19 Jan 2025 06:27 WIB
- Bogor
KBRN, Bogor: Amerika Serikat akan kembali dilanda gelombang dingin ekstrem dalam beberapa hari mendatang, dengan angin dingin yang sangat terasa di Plains Utara dan salju serta es yang jarang terjadi di daerah Gulf Coast. Cuaca dingin yang diperkirakan akan datang pada Senin di Washington, D.C., bahkan memaksa pelantikan Presiden terpilih Donald Trump dipindahkan ke dalam Rotunda Gedung Capitol AS, mengingat suhu yang membekukan.
Wilayah AS yang luas, mulai dari Pegunungan Rocky hingga Plains Utara, akan mengalami penurunan suhu yang sangat signifikan, dengan prediksi angin dingin yang bisa mencapai minus 40 derajat Fahrenheit (atau sekitar minus 40 derajat Celsius) di Dakota dan Minnesota utara. Hal ini disampaikan oleh Marc Chenard, seorang meteorolog dari National Weather Service, yang memperingatkan potensi cuaca yang berbahaya.
Radang dingin dapat berkembang pada kulit yang terpapar dalam waktu hanya 10 menit di kondisi ekstrem ini, sehingga meteorolog Connor Smith dari Bismarck menyarankan agar warga mengenakan jaket tebal, topi, sarung tangan, dan sebisa mungkin mengurangi waktu di luar ruangan.
Mengutip AP News, peristiwa cuaca ini disebabkan oleh gangguan pada vortex polar, yaitu cincin udara dingin yang biasanya terperangkap di sekitar Kutub Utara, dan kini bergerak menuju bagian selatan dan timur AS. Meskipun udara dingin diperkirakan akan sedikit mereda seiring pergerakannya, wilayah tengah dan timur AS tetap akan menghadapi suhu yang sangat rendah.
Suhu tinggi diperkirakan hanya akan berada di kisaran belasan hingga dua puluhan derajat Fahrenheit pada Senin hingga Selasa, dengan suhu rendah yang bisa mencapai satu digit atau bahkan di bawah nol derajat Fahrenheit (minus 18 derajat Celsius). Suhu angin juga diperkirakan akan tetap berada di bawah nol.
Cuaca ekstrem ini diprediksi akan mempengaruhi sebagian besar negara, terutama daerah Pegunungan Rocky dan wilayah timur. Warga diminta untuk waspada dan siap menghadapi cuaca yang dapat membahayakan kesehatan dan keselamatan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....