Tumpahan Minyak Sebabkan Kerusakan Ekosistem di Laut Rusia

  • 07 Jan 2025 05:28 WIB
  •  Bogor

KBRN, Bogor : Puluhan lumba-lumba dan cetacea lainnya ditemukan mati di perairan Rusia, pasca terjadinya tumpahan minyak besar akibat kecelakaan dua kapal tanker pada 15 Desember 2024.

Mengutip laman AFP Januari 2025, Insiden ini tepatnya terjadi di Selat Kerch yang menghubungkan Krimea dengan Rusia selatan. Salah satu kapal tenggelam, sementara kapal lainnya kandas dan mengeluarkan sekitar 2.400 ton bahan bakar minyak berat, mazut, ke laut.

Pusat Delfa Rusia, lembaga yang fokus pada penyelamatan dan rehabilitasi mamalia laut, melaporkan bahwa 61 ekor cetacea telah ditemukan mati sejak kejadian tersebut, dengan 32 ekor di antaranya diyakini mati akibat kontaminasi minyak. Cetacea, yang mencakup paus, lumba-lumba, dan spesies terkait, dilaporkan terpapar tumpahan minyak yang meracuni ekosistem laut mereka. Sebagian besar dari mereka, terutama lumba-lumba Azov, diperkirakan mati dalam sepuluh hari pertama setelah bencana.

Lumba-lumba Azov, yang memiliki hubungan dekat dengan paus beluga, adalah salah satu spesies yang paling terdampak. Pusat Delfa Rusia menyebut kondisi mayat-mayat cetacea tersebut menunjukkan tanda-tanda kematian dalam kurun waktu yang singkat, memperparah dampak bencana ini terhadap populasi mamalia laut di wilayah tersebut.

Sementara itu, Kementerian Darurat Rusia mengungkapkan bahwa mereka sedang berupaya membersihkan garis pantai yang tercemar, meskipun angin kencang dan ombak besar memperburuk proses pembersihan. Lebih dari 68 kilometer garis pantai telah dibersihkan, tetapi minyak terus terbawa angin ke area baru, termasuk dua ceceran minyak tambahan yang ditemukan di pantai resor Anapa dan teluk Kapsel.

Pihak berwenang menyebutkan bahwa bahan bakar minyak yang tumpah sangat sulit untuk dibersihkan karena karakteristiknya yang berat dan padat, yang tidak mengapung di permukaan air, menyulitkan upaya pemulihan lingkungan. Ratusan sukarelawan telah dikerahkan untuk membantu mengatasi pencemaran ini dengan membersihkan tanah yang terkontaminasi di pantai-pantai Krimea dan Rusia selatan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....