Biden Usulkan Bantuan Senjata US$8 Miliar untuk Israel

  • 04 Jan 2025 14:24 WIB
  •  Bogor

KBRN, Bogor: Presiden Amerika Serikat, Joe Biden, dilaporkan akan mengusulkan paket bantuan senjata senilai US$8 miliar atau sekitar Rp129 triliun untuk Israel kepada Kongres AS.

Usulan ini bertujuan untuk mendukung keamanan jangka panjang Israel, termasuk pengiriman amunisi penting dan memperkuat pertahanan udara negara tersebut. Rencana ini muncul menjelang masa jabatan Biden yang akan berakhir pada 20 Januari 2024, ketika Donald Trump akan menggantikan posisinya sebagai presiden.

Menurut sumber anonim yang dikutip oleh Axios, Biden percaya bahwa Israel memiliki hak untuk membela warganya sesuai dengan hukum internasional dan hukum humaniter internasional. Selain itu, paket bantuan ini juga dirancang untuk memperkuat kemampuan pertahanan Israel dalam menghadapi potensi ancaman dari Iran dan organisasi-organisasi proksinya.

Bantuan senjata yang diusulkan mencakup berbagai persenjataan canggih, termasuk rudal untuk jet tempur, drone, peluru artileri 155 mm, serta rudal Hellfire AGM-114 untuk helikopter serang. Selain itu, akan ada pengiriman bom berdiameter kecil, perlengkapan JDAM yang mengubah dumb bom menjadi senjata presisi, dan hulu ledak seberat 230 kg.

Meskipun paket senjata ini diperkirakan akan disetujui dalam waktu dekat, pengirimannya diperkirakan memakan waktu satu tahun atau lebih. Paket ini harus mendapatkan persetujuan dari komite hubungan luar negeri DPR dan Senat AS sebelum dapat diteruskan.

Usulan bantuan senjata ini muncul kurang dari tiga pekan sebelum Biden mengakhiri masa jabatannya, di tengah kritik yang terus mengalir terkait kebijakan luar negeri AS yang terus mendukung Israel, terutama terkait agresi terhadap Palestina. Banyak pihak, termasuk warga AS, mengecam kebijakan ini karena dianggap berkontribusi terhadap pembunuhan warga sipil Palestina. Meskipun demikian, pemerintah AS tetap mempertahankan kebijakan tersebut, dengan beberapa pejabat tetap mendukung tindakan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, di Gaza.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....