Kader PKK dan Posyandu Kota Sukabumi Berperan Perhatikan Kesehatan Masyarakat
- 25 Agt 2026 15:44 WIB
- Bogor
RRI.CO.ID, Sukabumi - Ketua TP PKK Kota Sukabumi, Ranty Rachmatilah, menekankan pentingnya peran kader PKK dan Posyandu dalam melakukan edukasi kesehatan khususnya pencegahan penyakit tuberkulosis (TBC). Hal itu disampaikan Ranty pada saat memberikan arahan pada kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas Kader PKK dan Posyandu di Kelurahan Karamat, Senin, 24 Agustus 2026.
Kegiatan yang diikuti pengurus TP PKK dan kader Posyandu se-Kelurahan Karamat ini dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan kapasitas kader sekaligus memperkuat sinergitas PKK dan Posyandu dalam mendukung pelayanan kepada masyarakat, khususnya dalam penanganan dan penurunan stunting serta tuberkulosis (TBC).
Ranty Rachmatilah menekankan bahwa persoalan kesehatan masyarakat membutuhkan sinergitas dan kolaborasi dari berbagai pihak. PKK dan Posyandu memiliki posisi strategis karena berhubungan langsung dengan keluarga dan masyarakat.
Menurutnya, upaya penanganan stunting dilakukan secara menyeluruh dan dimulai dari hulu. Perhatian terhadap kesehatan remaja, pemenuhan gizi, literasi anak, kesehatan ibu, hingga pencegahan perkawinan pada usia terlalu muda menjadi bagian penting dalam membangun generasi yang sehat.
“Kalau kita bicara stunting, jangan hanya melihat ketika anak sudah lahir. Kita harus melihat dari hulunya, mulai dari remaja, gizi, kesehatan ibu, sampai kondisi keluarga,” ujar Ranty.
Ia juga mengingatkan bahwa kondisi kesehatan masyarakat berkaitan erat dengan kondisi sosial dan ekonomi keluarga. Karena itu, kader diharapkan ikut memperhatikan kondisi masyarakat serta memastikan data yang ada benar dan diperbarui agar program pemerintah dapat diberikan secara tepat sasaran.
Ranty juga menyoroti persoalan TBC yang membutuhkan perhatian bersama. Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko TBC di antaranya kontak erat, hunian padat, keterlambatan diagnosis, pengobatan yang tidak tuntas, daya tahan tubuh, kondisi ekonomi dan sosial, serta kebiasaan merokok.
Untuk itu, kader didorong memperkuat upaya temukan, periksa, dan dampingi, terutama terhadap masyarakat yang mengalami gejala seperti batuk lebih dari dua minggu. Posyandu diharapkan dapat menjadi salah satu pintu deteksi sekaligus penghubung masyarakat dengan layanan kesehatan.
“Jangan hanya menemukan, tetapi pastikan diperiksa dan didampingi sampai pengobatannya tuntas. Kita juga harus menghilangkan stigma terhadap penderita TBC,” katanya.
Ia pun mengajak para kader untuk saling mengingatkan, menjaga sopan santun dalam berkomunikasi, serta bersama-sama menjaga kondusivitas di lingkungan Kelurahan Karamat.
Sebagai pelayan masyarakat, kader juga diharapkan mampu menjaga kesehatan diri, baik secara fisik maupun mental. Ranty mengajak para kader untuk tidak saling menjatuhkan dan memahami bahwa setiap orang memiliki tantangan serta persoalan masing-masing.
“Women support women. Mari kita saling mendukung. Perempuan yang ingin membangun tidak punya waktu untuk menjatuhkan orang lain,” ujarnya.
Melalui peningkatan kapasitas kader dan penguatan sinergitas lintas sektor, TP PKK Kota Sukabumi terus mendorong terwujudnya keluarga yang sehat, masyarakat yang tangguh, serta lingkungan yang kondusif.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....