Bupati Hadiri Syukuran Nelayan Ujunggenteng, Tekankan Pelestarian Lingkungan
- 15 Jun 2026 11:17 WIB
- Bogor
RRI.CO.ID, Sukabumi - Bupati Sukabumi Asep Japar menghadiri puncak peringatan Syukuran Nelayan ke-60 Ujunggenteng yang digelar di kawasan Pantai Ujunggenteng, Kecamatan Ciracap, Minggu 14 Juni 2026. Mengusung tema "Laut Lestari, Nelayan Berseri", perayaan tahunan tersebut menjadi momentum memperkuat nilai budaya pesisir, ungkapan rasa syukur atas hasil laut, serta mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat nelayan. Kegiatan yang telah berlangsung selama enam dekade itu dimeriahkan berbagai pertunjukan seni budaya, mulai dari tarian tradisional, pencak silat, hingga beragam kegiatan sosial dan ekonomi yang melibatkan masyarakat.
Dalam sambutannya, Bupati Asep Japar menegaskan bahwa Syukuran Nelayan bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan simbol penghormatan terhadap warisan budaya leluhur sekaligus bentuk syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas sumber daya laut yang menjadi penopang kehidupan masyarakat pesisir.
"Menjaga budaya pesisir harus berjalan beriringan dengan upaya melestarikan lingkungan laut yang menjadi sumber kehidupan masyarakat," ujar Asep Japar, Minggu, 14 Juni 2026.
Menurutnya pelestarian budaya pesisir harus berjalan seiring dengan upaya menjaga kelestarian ekosistem laut agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh generasi mendatang.
"Menjaga budaya pesisir harus berjalan beriringan dengan upaya melestarikan lingkungan laut yang menjadi sumber kehidupan masyarakat," ujar Asep Japar.
Ia menilai tradisi Syukuran Nelayan memiliki nilai strategis dalam memperkuat identitas daerah sekaligus mendukung pengembangan sektor pariwisata berbasis budaya dan bahari. Pemerintah Kabupaten Sukabumi, kata Asep japar, terus berkomitmen mendukung keberlanjutan sektor kelautan melalui pembangunan infrastruktur, pemberian bantuan kepada nelayan, perlindungan sosial, hingga pengembangan pariwisata bahari yang terintegrasi.
Sementara itu, Ketua Panitia Syukuran Nelayan Ujunggenteng, Asep JK, mengatakan tema yang diangkat tahun ini mencerminkan tekad masyarakat dalam menjaga keseimbangan antara pemanfaatan sumber daya laut dan pelestarian lingkungan. Menurutnya, tradisi Syukuran Nelayan tidak hanya memiliki nilai spiritual, tetapi juga menjadi sarana memperkuat solidaritas sosial dan identitas budaya masyarakat pesisir.
"Tradisi syukuran bukan hanya memiliki makna spiritual, tetapi juga mempererat solidaritas sosial dan memperkuat identitas budaya masyarakat pesisir," katanya.
Selain prosesi adat larung saji dan pagelaran wayang golek, rangkaian kegiatan turut diisi dengan pameran usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), turnamen bola voli, trek pantai, khitanan massal, santunan bagi anak yatim dan lanjut usia, tabligh akbar, serta berbagai perlombaan masyarakat. Pada kesempatan tersebut, Bupati Sukabumi bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) juga menyerahkan kartu Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan secara simbolis kepada para nelayan sebagai bentuk perlindungan sosial bagi pekerja sektor perikanan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....