Pekan Panutan Pajak, DPRD Target PAD Kota Bogor Meningkat

  • 04 Mar 2026 18:21 WIB
  •  Bogor

RRI.CO.ID, Bogor - Pimpinan DPRD Kota Bogor, Adityawarman Adil, menghadiri pembukaan Pekan Panutan Pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) serta Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) Tahun 2026. Kegiatan tersebut digelar di Plaza Balaikota Bogor sebagai bagian dari upaya optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Agenda yang diinisiasi Badan Pendapatan Daerah (Bappenda) Kota Bogor itu mengusung tema “Bersama Taat, Bersama Hebat, Bersama Patuh, dan Bersama Tumbuh”. Program ini dirancang dengan pendekatan jemput bola guna mendorong peningkatan kepatuhan wajib pajak, khususnya di lingkungan aparatur pemerintahan.

Adityawarman menegaskan bahwa kesadaran masyarakat dalam membayar pajak menjadi faktor penting dalam mendukung pembangunan kota. Ia menyebut penerimaan dari sektor PBB-P2 dan PKB akan dikembalikan untuk membiayai kebutuhan publik seperti pendidikan, kesehatan, infrastruktur, dan peningkatan layanan.

"Optimalisasi pajak daerah merupakan langkah strategis untuk memperkuat struktur APBD 2026. Ia juga menekankan perlunya sinergi antara eksekutif dan legislatif agar target pendapatan dapat tercapai secara efektif dan berkelanjutan," paparnya, Pada Rabu, 4 Maret 2026.

Sementara itu, Kepala Bappenda Kota Bogor, Abdul Wahid, menjelaskan bahwa Pekan Panutan 2026 berlangsung selama dua hari, mulai 4 hingga 5 Maret 2026. Fokus kegiatan diarahkan pada peningkatan kepatuhan pajak di kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai teladan bagi masyarakat.

"Berdasarkan data Bappenda, tercatat sebanyak 3.776 ASN terdaftar sebagai wajib pajak dengan potensi nilai mencapai sekitar Rp8,3 miliar. Abdul Wahid berharap ASN dapat menjadi contoh dalam memenuhi kewajiban perpajakan secara tepat waktu dan tertib administrasi," ungkapnya.

Untuk meningkatkan partisipasi, Pemerintah Kota Bogor juga menghadirkan program relaksasi berupa potongan pembayaran. Diskon pajak yang diberikan berkisar antara 5 hingga 20 persen, sehingga diharapkan mampu mendorong masyarakat memanfaatkan momentum tersebut demi memperkuat kas daerah.

Rekomendasi Berita