Antrean Panjang dan Keterbatasan Penerbangan Jadi Tantangan Haji Indonesia
- 14 Apr 2026 11:14 WIB
- Bogor
RRI.CO.ID, Bogor – Dalam pelaksanaan ibadah haji Indonesia, pemerintah menghadapi beeberapa tantangan besar dari sisi teknis, terutama panjangnya antrean dan keterbatasan armada penerbangan.
Ketua KBIHU An Nur, KH Abdul Wadud, menyebut jumlah calon jemaah haji yang telah memiliki nomor porsi mencapai sekitar 5,7 juta orang. Kondisi ini membuat waktu tunggu haji di Indonesia cukup panjang.
“Rata-rata jemaah harus menunggu hingga 26 tahun untuk bisa berangkat. Ini menjadi tantangan besar bagi kita,” ujarnya dalam dialog Bogor Pagi ini edisi Senin, 13 April 2026.
Ia menjelaskan, penambahan kuota dari Arab Saudi memang dapat membantu mengurangi antrean. Namun, hal tersebut tetap harus diimbangi dengan kesiapan sarana transportasi.
“Kalau kuota ditambah, tentu bagus. Tapi kita juga harus siap dari sisi penerbangan dan akomodasi,” katanya.
Saat ini, pemberangkatan jemaah haji Indonesia masih bergantung pada dua maskapai utama, yakni Garuda Indonesia dan Saudi Airlines. Keterbatasan ini berdampak pada lamanya masa tinggal jemaah di Tanah Suci.
“Masa tinggal jemaah bisa mencapai 40 sampai 42 hari. Padahal inti ibadah hajinya hanya beberapa hari saja,” ucapnya.
Menurutnya, lamanya masa tinggal tersebut disebabkan oleh sistem antrean penerbangan yang harus diatur secara bergelombang. Hal ini menjadi tantangan tersendiri dalam efisiensi penyelenggaraan haji.
“Jadi bukan hanya soal ibadahnya, tapi juga pengaturan teknis yang sangat kompleks,” ujarnya.
Ia berharap ke depan ada solusi untuk mempercepat masa tunggu dan meningkatkan kapasitas transportasi. Dengan begitu, pelayanan haji bagi jemaah Indonesia dapat semakin optimal.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....