Polisi Olah TKP Pelajar Disiram Air Keras di Parung Panjang

  • 22 Apr 2026 19:14 WIB
  •  Bogor

RRI.CO.ID, Bogor - Polsek Parung Panjang, Polres Bogor, mulai mendalami kasus penyiraman air keras yang terjadi kepada seorang pelajar oleh orang tak dikenal, pada Selasa, 21 April 2026. Pihak kepolisian masih terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku di balik peristiwa tersebut.

Jajaran Polsek Parung Panjang bersama Satuan Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Bogor, langsung bergerak cepat dengan melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Kapolsek Parung Panjang, Kompol M. Taufik, menjelaskan bahwa olah TKP dilakukan di lokasi kejadian, tepatnya di Jalan Kampung Somang, Desa Parung Panjang.

“Olah TKP dilakukan oleh petugas Polsek Parungpanjang dan Satuan PPA Polres Bogor, tepatnya di Jalan Kampung Somang, Desa Parungpanjang, guna melengkapi proses penyelidikan kasus ini,” ungkapnya Rabu 22 April 2026.

Berdasarkan hasil olah TKP dan keterangan sejumlah saksi, peristiwa tersebut terjadi saat kedua korban tengah berboncengan menggunakan sepeda motor. Di waktu yang sama, pelaku yang juga mengendarai sepeda motor melintas dari arah berlawanan.

Saat kedua kendaraan berpapasan, pelaku secara tiba-tiba menyiramkan air keras ke arah korban. Peristiwa terjadi di sekitar area Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kampung Somang, Kecamatan Parung Panjang, Kabupaten Bogor.

Polisi menyebutkan bahwa hingga saat ini belum ditemukan kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi kejadian, sehingga proses identifikasi pelaku masih menghadapi kendala. Sementara itu, kondisi kedua korban saat ini masih memprihatinkan. Keduanya tengah menjalani perawatan intensif di RSUD Tangerang akibat luka bakar serius, terutama di bagian wajah.

Orang tua salah satu korban, Andri, mengungkapkan bahwa anaknya mengalami luka cukup parah di beberapa bagian tubuh, termasuk telinga, wajah, dan mata.

“Anak saya masih dalam masa perawatan dan belum dapat berkomunikasi. Bagian matanya belum bisa terbuka karena masih dalam pengobatan khusus,” ujar Andri.

Ia juga menyampaikan bahwa hingga saat ini kondisi korban masih membutuhkan penanganan medis intensif dari tim dokter. Keluarga berharap proses pemulihan dapat berjalan dengan baik, meski trauma fisik dan psikis yang dialami korban tidak ringan.

Di sisi lain, pihak keluarga berharap aparat kepolisian dapat segera mengungkap pelaku di balik kejadian ini. Mereka menginginkan keadilan ditegakkan dan pelaku mendapatkan hukuman yang setimpal.

“Kami sangat berharap pelakunya bisa segera ditangkap oleh polisi dan dihukum sesuai perbuatan jahat yang dilakukannya,” harapnya.

Kasus ini menjadi perhatian serius karena menyangkut keselamatan pelajar serta meningkatnya kekerasan di ruang publik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....