Belasan Petani Pancawati Bogor Kehilangan Sawah dan Kebun

  • 08 Des 2025 20:34 WIB
  •  Bogor

KBRN, Bogor: Program redistribusi tanah yang di berikan kepada para petani si Desa Cimande, Pancawati dan Cibedug Kecamatan Caringin Kabupaten Bogor menuao masalah. Pelepasan HGU lahan eks Hak Guna Usaha (HGU) PT. RSB pada tahun 2000 an lalu kini di pertanyakan oleh para penerima hak nya.

Tanah yang seharusnya sudah terbit sertifikat hak milik dalam program redistribusi pemerintah di era Menteri ATR/ BPN saat itu Fery Mursidan Baldan tiba tiba beralih fungsi bahkan kepemilikan. Namun faktanya tanah hak milik mereka kini berdiri bangunan komersil seperti vila, resort, dan cafe.

"Sudah ada 13 warga petani yang menandatangani surat kuasa dan mengadukan nasib mereka kepada kami. Kami pun sudah melakukan investigasi sejak Desember 2024 mengenai permasalahan yang menimpa mereka," ujar Kuasa hukum Petani Pancawati, H Dede Supardi, SH., Senin (8/12/2025).

Beragam upaya telah mereka lakukan untuk mendapatkan haknya. Hingga mereka meminta bantuan ke Kantor Hukum/Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Hade Suseno SH dan Partners.

"Tanah para petani diperoleh dari hasil Program Redistribusi oleh Kementerian ATR/BPN semasa dipimpin menteri Ferry Mursyidan Baldan pada tahun 2016," tambah Dede.

Badan Pertanahan Nasional (BPN) menerbitkan surat keterangan resmi berisi daftar penerima Program Redistribusi. Dalam daftar tersebut ada 21 orang yang sampai saat ini belum menerima Sertifikat Hak Milik (SHM) Redistribusi dalam program tersebut.

Salah seorang diantaranya adalah Jana Raharja yang dintengah aktifitasnya berkebun kini secara fisik tanah miliknya dikuasai pihak lain dibuat bangunan gedung.

"Kalau ada (PBG) apa alas haknya? Bagaimana bisa juga tanah yang berstatus kawasan pertanian produktif (LSD/LP2B/KP2B) bisa terbit PBG," tegas Dede.

Di tempat yang sama, aktivis sosial dan kemasyarakatan, Oman Pribadi, menegaskan komitmennya untuk terus mengawal dan mendampingi para petani korban mafia tanah di Desa Pancawati.

"Para petani itupun telah dizolimi para pengusaha. Dalam waktu dekat belasan petani tersebut akan beraudiensi dengan Bupati Bogor untuk mencari keadilan," tutup Oman.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....