Disebut dalam Kasus MBG, Wamendagri Bima Arya Buka Suara Pertanyakan Data
- 10 Jun 2026 11:43 WIB
- Bogor
Poin Utama
- Munculnya pengakuan dari tersangka kasus dugaan korupsi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berinisial SS menjadi perhatian publik setelah sejumlah nama disebut dalam pengembangan perkara yang tengah ditangani aparat penegak hukum.
- Menanggapi hal tersebut, Bima Arya mengaku belum mengetahui dasar dari penyebutan namanya dalam perkara tersebut.
RRI.CO.ID, Bogor - Munculnya pengakuan dari tersangka kasus dugaan korupsi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berinisial SS menjadi perhatian publik setelah sejumlah nama disebut dalam pengembangan perkara yang tengah ditangani aparat penegak hukum. Salah satu nama yang ikut disebut adalah Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya Sugiarto.
Penyebutan nama Bima Arya mencuat setelah kuasa hukum SS mengungkapkan adanya sejumlah nama yang tercantum dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP). Keterangan tersebut disampaikan sebagai bagian dari proses hukum yang saat ini masih berlangsung dan terus didalami penyidik.
Menanggapi hal tersebut, Bima Arya mengaku belum mengetahui dasar dari penyebutan namanya dalam perkara tersebut. Ia memilih menghormati proses hukum yang sedang berjalan dan menyerahkan seluruh penanganan kasus kepada aparat yang berwenang.
"Saya kurang paham data itu darimana. Kita hormati saja semua proses hukum terkait persoalan itu," kata Bima Arya saat dimintai tanggapan terkait penyebutan namanya dalam pengakuan tersangka kasus MBG, Rabu, 10 Juni 2026.
Bima Arya menjelaskan bahwa tugas Kementerian Dalam Negeri dalam Program MBG telah diatur dalam Keputusan Presiden Nomor 28 Tahun 2025 tentang Tim Koordinasi Penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis. Salah satu tugas Kemendagri adalah memfasilitasi penyelesaian berbagai kendala dan hambatan pelaksanaan program bersama pemerintah daerah dan Badan Gizi Nasional (BGN).
"Dalam Kepres Nomor 28 Tahun 2025 tentang Tim Koordinasi Penyelenggaraan Program MBG, diatur beberapa tugas dari Kemendagri. Salah satunya adalah fasilitasi penyelesaian kendala dan hambatan dalam penyelenggaraan MBG bersama pemerintah daerah dan BGN," ujarnya.
Ia menambahkan, sudah berkordinasi dengan pimpinan BGN dan kepala daerah untuk menyelesaikan persoalan lapangan.
“Termasuk masalah di titik terpencil yang juga jadi tugas Kemendagri. Ada juga laporan dari teman-teman Kadin yang ditindaklanjuti,” tandas Bima Arya.
Mantan Wali Kota Bogor dua periode itu juga membantah adanya kepentingan pribadi dalam program tersebut.
“Tidak ada kepentingan pribadi, apalagi sampai memiliki dapur. Saya hanya bertemu dan berkordinasi dengan pimpinan BGN di rapat koordinasi resmi," tegas Bima Arya yang menjabat Wali Kota Bogor pada periode 2014–2019 dan 2019–2024.
Sementara itu, proses penyidikan dugaan korupsi Program MBG masih terus berlangsung dengan pengembangan keterangan dari para tersangka dan saksi yang diperiksa penyidik.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....