Mengenal Perbedaan Figure, Statue, dan Koleksi Mainan Lainnya

  • 05 Okt 2026 10:07 WIB
  •  Bogor

RRI.CO.ID, Bogor - Dunia mainan koleksi sekarang sudah berkembang jauh dari sekadar kegiatan mengumpulkan benda yang disukai. Bagi sebagian orang, sebuah koleksi punya cerita sendiri. Ada yang menyukai karakter tertentu karena film, anime, gim, atau bahkan karena mengingatkan pada masa kecil.

Itulah yang kemudian membuat komunitas pecinta mainan terus bermunculan. Orang-orang dengan minat yang sama bisa bertemu, bertukar informasi, menunjukkan koleksi, sampai saling berbagi pengalaman tentang barang yang mereka miliki.

Obrolan di dalam komunitas pun tidak melulu soal karakter atau seri favorit. Para kolektor biasanya juga membahas banyak hal, mulai dari bahan, ukuran, kualitas, merek, hingga cara merawat koleksi. Dalam percakapan seperti ini, istilah figure, action figure, statue, model kit, dan collectible figure cukup sering terdengar.

Sekilas memang terlihat mirip, tetapi sebenarnya masing-masing memiliki ciri yang berbeda. Figure, misalnya, secara umum merupakan miniatur atau representasi karakter dalam bentuk tiga dimensi. Bentuk dan ukurannya beragam, begitu juga dengan bahan yang digunakan. Ada yang hanya untuk dipajang, ada pula yang bagian tubuhnya bisa digerakkan.

Kemudian ada action figure yang cukup populer di kalangan kolektor. Jenis ini biasanya memiliki sejumlah titik artikulasi sehingga posenya dapat diubah. Bagi sebagian penggemar, justru bagian inilah yang membuat action figure menarik karena satu karakter bisa ditampilkan dalam berbagai pose.

Berbeda lagi dengan statue. Jenis koleksi ini lebih menonjolkan tampilan karakter dalam satu pose tertentu dan umumnya tidak memiliki bagian tubuh yang dapat digerakkan. Detail bentuk, ekspresi, pengecatan, hingga efek visual menjadi daya tarik utama sebuah statue.

Ada juga model kit yang menawarkan pengalaman berbeda. Barang yang dibeli biasanya masih berupa bagian-bagian yang harus dirakit. Setelah selesai, hasilnya bisa langsung menjadi pajangan. Bagi sebagian kolektor, proses merakit justru menjadi bagian paling menyenangkan. Tidak sedikit pula yang kemudian mengecat atau memodifikasinya agar tampil lebih sesuai dengan keinginan.

Buat orang yang baru terjun ke dunia koleksi, banyaknya istilah tersebut tentu bisa sedikit membingungkan. Di sinilah komunitas punya peran penting. Anggota baru bisa bertanya soal perbedaan jenis produk, merek, skala, keaslian barang, sampai tips memilih koleksi yang sesuai dengan kemampuan kantong.

Kegiatan komunitas juga tidak berhenti di dunia maya. Ada yang rutin mengadakan gathering, pameran, kontes custom figure, jual-beli atau tukar koleksi. Ada pula yang cukup bertemu santai sambil membawa dan memperlihatkan koleksi masing-masing.

Yang menarik, menjadi kolektor tidak selalu berarti harus berburu barang mahal atau langka. Ada yang fokus mengumpulkan karakter dari film kesukaan, anime, superhero, robot, kendaraan, sampai tokoh-tokoh gim. Sebagian lainnya justru menikmati berburu mainan bekas, kemudian membersihkan atau memperbaikinya supaya bisa kembali dipajang.

Bagi banyak kolektor, harga juga bukan satu-satunya ukuran sebuah benda dianggap berharga. Sebuah figure yang harganya biasa saja bisa punya arti khusus karena mengingatkan pemiliknya pada film, gim, serial, atau masa kecil yang pernah begitu dekat dengan kehidupan mereka.

Jadi, komunitas pecinta mainan sebenarnya bukan sekadar tempat untuk membandingkan siapa yang punya koleksi paling mahal atau paling banyak. Di dalamnya ada ruang untuk berbagi cerita, menambah pengetahuan, bertukar kreativitas, dan yang paling penting, menikmati hobi bersama orang-orang yang punya ketertarikan yang sama.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....