Komunitas Pokémon TCG Buka Peluang Bisnis Anak Muda

  • 21 Sep 2026 22:45 WIB
  •  Bogor
Poin Utama
  • Perkembangan Pokémon Trading Card Game (TCG) di Indonesia tidak hanya menarik perhatian para pemain dan kolektor lama, tetapi juga mulai menjadi bagian dari aktivitas anak muda.
  • Bagi kolektor, nilai sebuah kartu tidak muncul secara kebetulan
  • Komunitas Pokémon TCG menunjukkan bagaimana sebuah hobi dapat berkembang menjadi ekosistem yang mempertemukan permainan, koleksi, pertemanan, kreativitas, dan peluang ekonom

RRI.CO.ID, Bogor - Perkembangan Pokémon Trading Card Game (TCG) di Indonesia tidak hanya menarik perhatian para pemain dan kolektor lama, tetapi juga mulai menjadi bagian dari aktivitas anak muda. Kartu yang awalnya dikenal sebagai bagian dari permainan dan koleksi kini berkembang menjadi sebuah ekosistem yang mempertemukan hobi, kompetisi, komunitas, hingga aktivitas jual-beli. Fenomena tersebut membuat Pokémon TCG memiliki daya tarik yang semakin luas di kalangan generasi muda.

Menurut kolektor Pokémon TCG, Adriel Givens ketika ditemui oleh RRI pada hari Senin, 21 September 2026, salah satu alasan kartu Pokémon kembali banyak diminati adalah munculnya peluang ekonomi di balik aktivitas mengoleksi. Ia menilai sejumlah kartu memiliki nilai jual yang tinggi sehingga menarik perhatian orang yang sebelumnya tidak memiliki latar belakang sebagai kolektor. “Beberapa kartu Pokémon itu bisa untuk mencari uang, bahkan bisa menjadi investasi jangka panjang,” ujar Adriel. Perkembangan komunitas juga terlihat dari berbagai agenda resmi Pokémon TCG di Indonesia, mulai dari pertandingan hingga event yang terbuka bagi pemain dengan berbagai tingkat pengalaman.

Bagi kolektor, nilai sebuah kartu tidak muncul secara kebetulan. Adriel menjelaskan bahwa kelangkaan dan kondisi fisik menjadi dua faktor utama yang perlu diperhatikan. Ia mencontohkan kartu First Edition yang dirilis pada era 1990-an dan sudah tidak diproduksi kembali. Menurutnya, kartu dengan karakteristik tersebut dapat memiliki nilai tinggi, terlebih apabila kondisinya masih sangat baik. Artinya, memahami sejarah penerbitan, jenis kartu, tingkat kelangkaan, serta kondisi kartu menjadi bagian penting sebelum seseorang menentukan nilai sebuah koleksi.

Perbedaan antara mengoleksi sebagai hobi dan menjadikannya aktivitas bisnis juga menjadi hal yang perlu dipahami anak muda. Adriel mengatakan, kolektor yang berorientasi pada hobi biasanya memilih kartu berdasarkan karakter atau desain yang disukai. Sementara itu, ketika masuk ke ranah bisnis, pertimbangan yang digunakan menjadi lebih luas, seperti harga pasar, kondisi kartu, tingkat permintaan, serta kemungkinan untuk menjualnya kembali. “Kalau hobi kita membeli kartu apa yang kita suka, sedangkan kalau bisnis kita lebih fokus pada harga market, kondisi kartu, dan peluang buat dijual kembali,” jelasnya.

Ekosistem Pokémon TCG juga tidak berhenti pada aktivitas jual-beli kartu. Kehadiran turnamen dan berbagai event membuat komunitas menjadi ruang bagi pemain untuk bertemu, berkompetisi, dan membangun relasi dengan sesama penggemar. Dalam kalender resmi Pokémon TCG Indonesia, terdapat berbagai format dan kategori kegiatan, sementara kompetisi tingkat Asia juga menyediakan jalur pertandingan bagi pemain yang ingin berkembang lebih jauh.

Menurut Adriel, perkembangan ekosistem tersebut membuka sejumlah peluang bagi anak muda. Selain berdagang kartu, peluang dapat muncul melalui aktivitas reseller, mengikuti event, maupun membuat konten digital bertema Pokémon TCG. Konten seperti ulasan kartu, membuka paket, hingga membahas perkembangan harga dapat menjadi bentuk kreativitas yang lahir dari sebuah hobi. Namun, Adriel mengingatkan agar calon kolektor tidak sekadar mengikuti kartu yang sedang populer. Pengetahuan mengenai jenis kartu, rarity, kondisi, dan harga pasar diperlukan agar seseorang dapat membedakan kartu yang memang memiliki nilai dengan kartu yang hanya sedang mengalami hype.

Pada akhirnya, komunitas Pokémon TCG menunjukkan bagaimana sebuah hobi dapat berkembang menjadi ekosistem yang mempertemukan permainan, koleksi, pertemanan, kreativitas, dan peluang ekonomi. Bagi anak muda yang tertarik masuk ke dalamnya, memahami dasar-dasar kartu dan mengikuti perkembangan komunitas menjadi langkah penting sebelum melihatnya dari sisi bisnis. Di saat yang sama, aspek sportivitas dan sikap saling menghargai juga menjadi bagian dari budaya kompetisi Pokémon TCG yang ditekankan dalam penyelenggaraan turnamen resmi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....