Didi Saeful Mahdi Edukasi Reptil lewat Herping With Didi

  • 26 Agt 2026 13:41 WIB
  •  Bogor
Poin Utama
  • Pemuda asal Bogor, Didi Saeful Mahdi, memiliki ketertarikan yang cukup unik terhadap dunia herpetofauna
  • Menurut Didi, aktivitas edukasi tersebut tidak hanya dilakukan karena kegemarannya mempelajari reptil, tetapi juga berangkat dari keresahan terhadap masih adanya masyarakat yang melakukan handling ular secara sembarangan
  • Melalui Herping With Didi, ia berharap semakin banyak orang memahami bahwa mempelajari reptil tidak harus berujung pada eksploitasi atau memeliharanya secara sembarangan

RRI.CO.ID, Bogor - Pemuda asal Bogor, Didi Saeful Mahdi, memiliki ketertarikan yang cukup unik terhadap dunia herpetofauna. Selain aktif sebagai musisi, Didi juga dikenal melalui aktivitas edukasi reptil yang dikembangkan lewat media sosial Herping With Didi. Ketertarikannya berawal dari rasa penasaran terhadap berbagai jenis ular di Indonesia, khususnya untuk mengetahui jenis yang berbisa maupun tidak. Rasa ingin tahu tersebut kemudian berkembang hingga Didi mempelajari berbagai kelompok herpetofauna, termasuk katak dan kadal.

Menurut Didi, aktivitas edukasi tersebut tidak hanya dilakukan karena kegemarannya mempelajari reptil, tetapi juga berangkat dari keresahan terhadap masih adanya masyarakat yang melakukan handling ular secara sembarangan. Ia ingin membagikan pengetahuan yang dimilikinya agar masyarakat dapat memahami reptil dengan lebih baik. Salah satu persoalan yang menjadi perhatiannya adalah stigma bahwa ular selalu identik dengan hewan yang berbahaya dan harus ditakuti.

Didi menjelaskan, pandangan tersebut dapat dipengaruhi oleh mitos maupun pemberitaan media. Karena itu, perubahan paradigma masyarakat menurutnya perlu dilakukan melalui pendekatan langsung dengan mengenalkan berbagai jenis ular sekaligus menjelaskan perannya terhadap lingkungan. Ular dan kelompok herpetofauna lainnya memiliki fungsi penting dalam rantai makanan serta membantu menjaga keseimbangan ekosistem.

Dalam aktivitasnya, Didi juga mengenal istilah herping yang merupakan kependekan dari Field Herpetofauna. Kegiatan ini berupa pencarian atau pengamatan reptil dan amfibi secara langsung di habitatnya. Herping dapat dilakukan di berbagai lingkungan, mulai dari pantai, hutan mangrove, hutan dataran rendah, perkebunan, persawahan, hingga kawasan rawa dan sungai. Dalam pengamatan tersebut, para herper biasanya mencatat pertemuan satwa sekaligus kondisi lokasi seperti ketinggian, temperatur, dan kelembapan.

Salah satu pengalaman yang berkesan bagi Didi adalah ketika berhasil menemukan satwa yang sebelumnya belum pernah masuk dalam daftar perjumpaannya atau biasa disebut “Lifer”. Momen pertama kali bertemu target baru menjadi kebahagiaan tersendiri bagi para penggiat herping. Didi mengingat pengalaman ketika pertama kali menemukan katak mutiara dan ular naga secara langsung di habitatnya sebagai salah satu perjumpaan yang membekas.

Didi juga mengingatkan masyarakat agar tidak sembarangan menentukan apakah seekor ular berbisa atau tidak hanya berdasarkan bentuk fisiknya. Menurutnya, diperlukan pengetahuan mengenai jenis-jenis ular agar identifikasi dapat dilakukan dengan benar. Ketika menemukan ular di sekitar rumah, masyarakat yang belum memahami jenisnya dianjurkan mengutamakan keselamatan, mendokumentasikan ular dari jarak aman jika memungkinkan, lalu meminta bantuan orang yang lebih memahami identifikasi ular.

Melalui Herping With Didi, ia berharap semakin banyak orang memahami bahwa mempelajari reptil tidak harus berujung pada eksploitasi atau memeliharanya secara sembarangan. Didi menyoroti tantangan edukasi yang muncul dari konten free handling ular berbisa oleh sejumlah influencer, karena dapat membuat masyarakat meniru tindakan tersebut. Bagi anak muda yang ingin mulai melakukan herping, ia berpesan agar menghormati satwa, tidak mengambilnya untuk dipelihara, menjaga keselamatan, serta menaati manajemen perjalanan. Perlengkapan seperti headlamp, pakaian lengan panjang, snake handling tools, dan sepatu boots juga menjadi bagian dari persiapan kegiatan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....