Teka-Teki Silang Bantu Otak Tetap Aktif di Usia Tua

  • 19 Agt 2026 18:10 WIB
  •  Bogor

RRI.CO.ID, Bogor - Teka-teki silang telah lama dianggap sebagai salah satu cara sederhana untuk menjaga otak tetap aktif seiring bertambahnya usia. Bersama Sudoku dan permainan kata lainnya, aktivitas tersebut kerap disebut sebagai latihan mental yang dapat membantu mempertahankan kemampuan kognitif.

Sejumlah penelitian memang menemukan hubungan antara aktivitas bermain teka-teki dan kemampuan berpikir yang lebih baik. Namun, para ahli menilai hubungan tersebut belum cukup untuk membuktikan bahwa mengerjakan teka-teki silang secara langsung dapat mencegah penurunan fungsi kognitif atau demensia.

Dilansir dari website www.nationalgeographic.com bahwa Sebuah penelitian pada 2022 menemukan bahwa orang dengan gangguan kognitif ringan yang mengerjakan teka-teki silang selama 12 minggu mengalami peningkatan kemampuan kognitif. Meski demikian, manfaat yang terlihat relatif terbatas dan penelitian tersebut dilakukan pada kelompok tertentu yang memang telah mengalami gangguan kognitif.

Penelitian lain pada 2024 terhadap lebih dari 9.000 orang juga menemukan adanya hubungan antara permainan papan, teka-teki, dan kemampuan penalaran. Aktivitas tersebut turut berkaitan dengan kemampuan mengingat dan berbahasa, meskipun hubungan tersebut belum membuktikan bahwa permainan teka-teki menjadi penyebab utama kemampuan kognitif yang lebih baik.

Para peneliti mengingatkan adanya kemungkinan bahwa hubungan tersebut bersifat korelasi, bukan hubungan sebab-akibat. Orang yang gemar mengerjakan teka-teki mungkin sejak awal memiliki tingkat pendidikan, kemampuan verbal, atau kebiasaan hidup yang turut berhubungan dengan kesehatan otak.

Menurut para ahli, aktivitas yang menantang otak dapat membantu membangun cadangan kognitif atau cognitive reserve. Cadangan tersebut merupakan kemampuan otak untuk beradaptasi dan tetap menjalankan fungsinya ketika menghadapi proses penuaan, penyakit, maupun perubahan pada sistem saraf.

Namun, mengerjakan teka-teki yang sama berulang kali belum tentu memberikan rangsangan yang optimal bagi otak. Tantangan yang sesuai dengan kemampuan dan memiliki unsur kebaruan dinilai lebih berpotensi menjaga otak tetap aktif dibandingkan aktivitas yang sudah terlalu mudah atau dilakukan secara monoton.

Selain aktivitas mental, olahraga justru memiliki bukti yang lebih kuat dalam mendukung kesehatan otak. Aktivitas fisik secara teratur dapat membantu meningkatkan aliran darah ke otak, menjaga pengaturan gula darah, mendukung kemampuan otak membentuk koneksi baru, serta berkaitan dengan fungsi belajar dan daya ingat.

Pencegahan penurunan kognitif juga perlu dilakukan melalui berbagai kebiasaan sehat lainnya. Menjaga tekanan darah dan kadar kolesterol, tidak merokok, membatasi konsumsi alkohol, menjaga berat badan, mengatasi gangguan pendengaran dan penglihatan, serta mempertahankan hubungan sosial merupakan sejumlah langkah yang turut diperhatikan dalam pencegahan demensia.

Dengan demikian, teka-teki silang tetap dapat menjadi kegiatan yang menyenangkan sekaligus memberikan stimulasi mental. Namun, untuk menjaga kesehatan otak dalam jangka panjang, aktivitas tersebut sebaiknya menjadi bagian dari pola hidup yang lebih luas dengan mengutamakan olahraga teratur, interaksi sosial, serta pengendalian berbagai faktor risiko kesehatan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....