Sekolah Pendaki Gunung Indonesia Gelar Kepemimpinan Pendaki Gunung
- 06 Jun 2026 21:53 WIB
- Bogor
RRI.CO.ID, Bogor - Sekolah Pendaki Gunung Indonesia (SPGI), untuk pertama kali mengggelar Workshop Manajemen Kepemimpinan Pendaki Gunung. Kegiatan yang diselenggarakan selama 3 hari 2 malam, dimulai Jumat 5 Juni hingga Minggu 7 Juni 2026 dipusatkan di aula kampus ASA Madani Institute, Jalan Poncol Raya, Parung, Bogor.
Kegiatan diikuti 10 peserta dewasa yang berasal dari berbagai daerah seperti Sumedang, Bandung, Pekalongan, Bekasi, Ciseeng, Tegal. Lalu adapula mahasiswa dari salah satu kampus di Banda Aceh dan Lampung, serta beberapa siswa jenjang SMA yang juga aktivis organisasi pecinta alam di sekolahnya.
"Sebagian besar peserta adalah aktivis pecinta lingkungan hidup dari berbagai latar belakang organisasi pencinta alam dan memiliki pengalaman sebagai penggiat pendaki gunung yang ada di seluruh Indonesia," ujar Ketua pelaksana Yusuf Supiani, S.PGn.
Salah seorang mahasiswa pendaki gunung yang baru saja menyelesaikan studinya di Banda Aceh pada akhir Juni ini akan melakukan pendakian ke Gunung Rinjani di Lombok, Nusa Tenggara Barat.
"Materi di workshop ini sangat banyak dan padat. Pemateri adalah mentor berpengalaman dan pakar di bidangnya, " imbuhnya.
Para peserta diberikan ilmu dan pengetahuan seputar manajemen kepemimpinan dunia pendakian gunung, manajemen organisasi pencinta alam, manajemen waktu dan survival, ilmu medis dasar dan rescue menangani hipotermia dan dehidrasi di saat pendakian serta diberikan ilmu medis penanganan pertama kecelakaan dalam pendakian.
Bahkan, peserta juga diberikan ilmu fikih yang sesuai Al Quran dan Sunnah Rasulullah tentang adab-adab mendaki gunung, beribadah di gunung, tata cara bersuci di gunung, menghindari kesyirikan dan kemaksiatan saat naik gunung bahkan diberikan pelatihan ruqyah syar'iyyah.
Kepada seluruh peserta, panitia Workshop Manajemen Kepemimpinan Pendaki Gunung ini memberi sertifikat gelar non akademik, yaitu Sertifikat Pendaki Gunung atau S.PGn, yang telah terdaftar resmi di Hak Kekayaan Intelektual (HKI) Kemenkumham RI.
Yusuf Supiani menjelaskan kegiatan ini ditujukan agar para pendaki gunung saat menyalurkan bakat dan hobinya tetap memiliki kaidah-kaidah yang profesional, proporsional dan prosedural. Kalau sudah ikut workshop ini, para pendaki gunung saat naik gunung sudah tahu apa yang boleh dan apa yang tidak boleh dilakukan secara hukum agama, sosial, negara dan lingkungan.
"Workshop ini diharapkan bisa menjadi stimulus bagi para pendaki untuk membangun kesadaran pentingnya keselamatan saat berada di alam liar yang bebas dan terbuka. Para pendaki sudah bisa mengatur manajemen waktu,. manajemen diri, kesehatan, keselamatan diri dan tim serta tanggung jawabnya sebagai pecinta alam," jelasnya.
Masih menurut Yusuf, workshop ini akan terus diselenggarakan secara berulang dan berkelanjutan, karena setiap tahunnya jumlah penghobi pendaki gunung di Indonesia makin meningkat dan kegiatan yang diselenggarakan oleh SPGI ini sangat dibutuhkan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....