Spoiler Alert: Kisah Gelap Dark Brotherhood di Skyrim

  • 04 Feb 2026 11:56 WIB
  •  Bogor

RRI.CO.ID, Bogor – The Elder Scrolls V: Skyrim tidak hanya dikenal sebagai gim dunia terbuka dengan kebebasan eksplorasi luas, tetapi juga menyimpan banyak kisah yang tidak langsung terlihat di permukaan permainan. Salah satu cerita paling kelam dan kompleks hadir melalui Dark Brotherhood, organisasi pembunuh bayaran legendaris di dunia Tamriel.

Dark Brotherhood merupakan guild assassin yang telah eksis selama berabad-abad dan beroperasi secara rahasia di berbagai wilayah Tamriel. Dalam Skyrim, organisasi ini digambarkan berada di titik terendahnya, dengan Falkreath Sanctuary sebagai salah satu tempat persembunyian terakhir yang masih aktif.

Di balik reputasinya sebagai kelompok pembunuh, Dark Brotherhood memiliki struktur dan keyakinan yang kuat. Mereka memuja Sithis, entitas yang merepresentasikan kehampaan, serta Night Mother sebagai figur sentral yang dipercaya menyampaikan perintah melalui ritual Black Sacrament.

Ajaran utama organisasi ini tertuang dalam Five Tenets, seperangkat aturan yang mengatur loyalitas, ketaatan, dan larangan pengkhianatan antaranggota. Pelanggaran terhadap tenet tersebut diyakini akan memicu Wrath of Sithis, hukuman yang menjadi simbol ketakutan sekaligus disiplin internal Dark Brotherhood.

Namun, kondisi Dark Brotherhood dalam Skyrim menunjukkan penyimpangan besar dari ajaran lama tersebut. Di bawah kepemimpinan Astrid, para anggota Falkreath Sanctuary meninggalkan pemujaan terhadap Night Mother dan menjalankan organisasi semata sebagai kelompok pembunuh bayaran, tanpa ritual dan struktur religius yang dahulu menjadi fondasi mereka.

Kemunduran ini merupakan hasil dari rangkaian peristiwa panjang dalam sejarah Tamriel. Berbagai catatan menyebut Dark Brotherhood mengalami kehancuran berulang, konflik internal, serta ritual Purification yang menewaskan banyak anggotanya, hingga kekuatan mereka terus melemah menjelang era Skyrim.

Kisah kejatuhan tersebut tidak disampaikan secara gamblang kepada pemain. Banyak detail penting justru tersembunyi dalam buku-buku di dalam gim, jurnal karakter, serta dialog singkat antar NPC. Jika dirangkai, potongan-potongan informasi ini membentuk narasi utuh tentang runtuhnya salah satu organisasi paling ditakuti di Tamriel.

Senior writer Skyrim, Emil Pagliarulo, menjelaskan bahwa Dark Brotherhood sengaja ditampilkan berbeda dari seri sebelumnya. Pendekatan ini menekankan konflik internal dan ikatan antaranggota, bukan lagi dominasi dan kekuatan organisasi seperti yang terlihat pada era Oblivion.

Keberagaman anggota Dark Brotherhood juga menjadi aspek penting dalam ceritanya. Sanctuary ini dihuni berbagai ras, mulai dari Nord, Argonian, Dunmer, hingga vampir, yang hidup berdampingan di tengah dunia Skyrim yang sarat konflik ras dan politik.

Puncak kisah Dark Brotherhood ditandai dengan pengkhianatan besar yang berujung pada kehancuran Falkreath Sanctuary. Peristiwa ini mempertegas tema utama organisasi tersebut, yakni loyalitas, keluarga, dan konsekuensi dari penyimpangan terhadap keyakinan lama.

Meski demikian, kisah Dark Brotherhood tidak sepenuhnya berakhir. Sejumlah sumber dalam gim menyebutkan kemungkinan kebangkitan kembali organisasi ini, termasuk keberhasilan membunuh Kaisar Tamriel dan pembangunan sanctuary baru di Dawnstar.

Keberadaan cerita tersembunyi ini menunjukkan bahwa Skyrim tidak hanya menawarkan pertempuran dan eksplorasi, tetapi juga sejarah panjang dan narasi mendalam. Melalui Dark Brotherhood, pemain diajak menelusuri kisah gelap yang hanya dapat dipahami sepenuhnya dengan memperhatikan detail-detail kecil yang tersebar di dalam dunia gim.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....