Nama Lain Petai Cina di Indonesia

  • 22 Sep 2024 08:33 WIB
  •  Bogor

KBRN, Bogor: Petai cina (Leucaena leucocephala), atau dikenal juga sebagai lamtoro, adalah tanaman yang banyak ditemukan di berbagai wilayah di Indonesia. Meskipun sering dianggap sebagai tanaman liar, petai cina sebenarnya memiliki berbagai manfaat, terutama dalam bidang pertanian sebagai tanaman hijauan pakan ternak serta dalam kuliner.

Karena penyebarannya yang luas, petai cina memiliki banyak nama lokal di berbagai daerah di Indonesia. Berikut adalah beberapa nama lain petai cina di berbagai daerah:


1. Lamtoro (Jawa)

Di Pulau Jawa, khususnya di daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur, petai cina lebih dikenal dengan nama lamtoro. Tanaman ini sering digunakan sebagai pohon peneduh atau pakan ternak. Di beberapa wilayah, biji petai cina juga digunakan dalam masakan lokal, terutama sebagai bahan tambahan sambal.


2. Kemlandingan (Jawa)

Selain dikenal sebagai lamtoro, di beberapa bagian Jawa petai cina juga disebut kemlandingan atau mlanding. Nama ini sering digunakan di daerah Yogyakarta dan sebagian Jawa Tengah. Biji kemlandingan yang muda biasa dijadikan bahan sayur atau lalapan

.

3. Peuteuy Selong (Sunda)

Di daerah Sunda (Jawa Barat), petai cina disebut dengan nama peuteuy selong. Nama ini menunjukkan kemiripannya dengan petai, namun ukurannya jauh lebih kecil. Di beberapa masakan Sunda, biji peuteuy selong digunakan sebagai tambahan dalam hidangan tradisional seperti karedok atau sambal.


4. Palanding (Madura)

Di Madura, petai cina dikenal dengan nama palanding. Tanaman ini juga sering dimanfaatkan sebagai pakan ternak atau bahan hijauan karena mudah tumbuh di berbagai kondisi lahan.


5. Petai Selong (Sumatera)

Di Sumatera, petai cina sering disebut sebagai petai selong. Nama ini digunakan untuk membedakan antara petai besar yang lebih umum dikenal dengan petai selong yang memiliki biji lebih kecil dan pohon yang lebih pendek. Biji petai selong biasa digunakan dalam masakan khas Sumatera seperti gulai atau sayur bening.


6. Petai Jawa (Bali dan Nusa Tenggara)

Di Bali dan beberapa bagian Nusa Tenggara, tanaman ini disebut dengan nama petai jawa. Meski tidak sepopuler petai besar, petai jawa tetap sering dimanfaatkan sebagai sayuran lokal dan sumber pakan hewan ternak.


7. Kalindra (Sulawesi)

Di Sulawesi, terutama di bagian selatan, petai cina dikenal dengan sebutan kalindra. Di daerah ini, tanaman petai cina banyak ditanam sebagai tanaman pelindung di ladang, dan bijinya terkadang dimanfaatkan sebagai bahan masakan.


8. Totorre (Bugis dan Makassar)

Dalam bahasa Bugis dan Makassar, petai cina disebut dengan nama totorre. Sama seperti di wilayah lain, biji totorre digunakan dalam masakan atau diolah menjadi pakan ternak.


9. Lamtoro Gung (Lombok)

Di Lombok, petai cina disebut lamtoro gung, di mana kata "gung" berarti besar dalam bahasa Sasak. Hal ini mungkin mengacu pada ukuran pohon atau jumlah biji yang dihasilkan. Lamtoro gung sering digunakan sebagai bahan penghijauan lahan kering dan sumber makanan ternak.


10. Pelending (Bima, Nusa Tenggara Barat)

Di Bima, petai cina dikenal dengan nama pelending. Biji pelending dimanfaatkan untuk berbagai keperluan, terutama sebagai bahan pangan tambahan di daerah pedesaan.


11. Petai Cina (Sebutan Umum)

Secara umum, nama petai cina digunakan di banyak wilayah Indonesia. Nama ini merujuk pada bentuk biji yang menyerupai petai namun berukuran lebih kecil, dan dianggap sebagai "petai kecil" atau "versi Cina" dari petai besar.


Manfaat Petai Cina


Selain dikenal dengan banyak nama di berbagai daerah, petai cina juga memiliki beragam manfaat, baik untuk lingkungan, pertanian, maupun kesehatan. Berikut adalah beberapa manfaat petai cina:


• Pakan Ternak: Petai cina sering dimanfaatkan sebagai pakan ternak karena daunnya kaya akan protein dan mudah dicerna oleh hewan ternak.


• Sumber Pangan: Biji petai cina yang muda sering digunakan sebagai sayuran dalam berbagai masakan, baik direbus, ditumis, maupun dijadikan lalapan.


• Tanaman Penghijauan: Petai cina tumbuh cepat dan sering digunakan untuk mengatasi erosi tanah dan memperbaiki struktur tanah di lahan kritis.


• Obat Tradisional: Dalam pengobatan tradisional, biji dan daun petai cina dipercaya memiliki khasiat untuk mengatasi beberapa penyakit seperti cacingan, kencing manis, dan gangguan pencernaan.


Petai cina atau lamtoro adalah tanaman yang sangat bermanfaat dan memiliki berbagai sebutan di daerah-daerah Indonesia. Dengan nama yang berbeda-beda seperti lamtoro, kemlandingan, peuteuy selong, hingga kalindra, tanaman ini telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat di berbagai daerah. Tidak hanya berguna sebagai bahan pangan dan pakan ternak, petai cina juga memiliki potensi sebagai tanaman penghijauan dan obat tradisional yang bermanfaat bagi kesehatan.


Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....